Sampaikan Pengantar LKPJ Tahun 2022, Pj Gubernur Al Muktabar: Capaian Provinsi Banten Cukup Baik dan Optimal
Sumber Gambar :Penjabat (Pj) Gubernur Banten
Al Muktabar menyampaikan sejumlah capaian program prioritas pada Rapat
Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
(LKPJ) Gubernur Banten Tahun Anggaran 2022 dan Penetapan Pembentukan Susunan
Keanggotaan dan Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.
Rapat Paripurna yang dihadiri
oleh 47 anggota dan pimpinan DPRD Provinsi Banten itu dipimpin oleh Wakil Ketua
DPRD Banten Fahmi Hakim, yang turut mendampingi jajaran pimpinan lainnya
seperti Budi Prayogo, M Nawa Said Dimyati,
Bahrum HS, dan juga ketua DPRD
Banten Andra Soni, Selasa (28/3/2023).
Dalam paparannya Pj Gubernur
Al Muktabar mengungkapkan, struktur anggaran tahun 2022 dalam pelaksanaannya
sudah berjalan dengan baik dan optimal sesuai dengan indikator-indikator tujuan
yang sudah direncanakan sebelumnya.
"Ada empat prioritas
pembangunan daerah yang sudah tercapai dengan baik yang meliputi pertumbuhan
ekonomi, peningkatan daya saing daerah dan peningkatan kualitas sumber daya
manusia serta pemantapan tata kelola pemerintahan yang baik," kata Al
Muktabar.
Berdasarkan indikator makro,
lanjut Al Muktabar, menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat Banten pada
tahun 2022 mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) kita yang meningkat dari tahun lalu sebesar 72,72%
menjadi 73,32% pada tahun ini.
"Atas pertumbuhan yang di
atas rata-rata nasional itu, Provinsi Banten masuk pada urutan delapan besar
daerah dengan IPM tertinggi secara nasional," katanya.
Perlu diingat, lanjut Al Muktabar,
pembangunan manusia merupakan kunci atau dasar bagi peningkatan indikator
lainnya seperti harapan hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan
juga tingkat kesejahteraan masyarakat.
Al Muktabar menambahkan,
peningkatan juga terjadi pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, dimana
sebelumnya angka pertumbuhan ekonomi kita sempat terkontraksi sampai 4,49%
karena adanya Pandemi Covid-19.
"Namun pada tahun 2022
angka pertumbuhan ekonomi kita positif ke angka 5,03%," ungkapnya.
Hal itu tidak terlepas dari
upaya Pemprov Banten yang terus menggiatkan penyediaan infrastruktur
pendukung konektivitas antar daerah serta pusat-pusat perekonomian masyarakat
yang dapat memudahkan arus distribusi barang. Dampak positifnya nilai investasi
yang masuk ke Provinsi Banten pada tahun 2022 melebihi target yang telah
ditentukan atau mencapai sekitar 130% atau Rp80,2 triliun.
"Dan kita optimis tahun
2023 ini pertumbuhan ekonomi dan investasi yang masuk akan lebih tinggi lagi,
terlebih kita sudah membuka wilayah-wilayah pusat industri baru dengan segala
infrastruktur penunjangnya," jelasnya.
Kemudian, untuk tingkat
pengangguran terbuka selama kurun waktu tiga tahun terakhir menunjukan
penurunan yang signifikan, dimana pada tahun 2021 sebesar 8,98%, pada tahun 2022
menurun menjadi 8,09%. "Atau berkurang sekitar 39.000 orang,"
imbuhnya.
Diungkapkan Al Muktabar,
pencapaian itu merupakan hasil kinerja bersama antara eksekutif dengan
legislatif selaku penyelenggara pemerintahan daerah dalam rangka pencapaian
target rencana pembangunan jangka panjang menengah daerah 2017-2022.
Bahwa gubernur sekaligus
Kepala Daerah menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada DPRD paling lambat
3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.
"Untuk kemudian dibahas
dan diberikan rekomendasi kepada Kepala Daerah untuk selanjutnya digunakan
sebagai bahan perbaikan pelaksanaan pemerintahan daerah kedepannya,"
katanya.