Pemprov Banten Antisipasi Penyebaran Makanan dan Minuman Kemasan Kadaluarsa
Sumber Gambar :Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Banten bersama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Banten akan
melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman kemasan menjelang Hari Raya
Idul Fitri 1444 H/ 2023 M.
Hal itu dilakukan sebagai
langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya beredarnya makanan dan minuman
kemasan yang memasuki masa kadaluarsa.
Demikian hal tersebut
disampaikan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Virgojanti usai
mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan
Kemendagri secara virtual, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang,
Selasa (4/4/2023).
"Kita ada tim Satgas yang
nanti akan turun juga mengawasi batas kadaluarsa bahan-bahan pangan khususnya
yang ada dalam kemasan, biasanya masyarakat seneng beli kuenya kemudian juga
minuman kaleng minuman sirup dan sebagainya," ungkapnya.
Dikatakan, jika ditemui
makanan dan minuman kemasan yang memasuki masa kadaluarsa. Maka pihaknya akan
memberikan teguran dan sanksi, baik kepada pedagang, distributor hingga
perusahaan yang memproduksi barang tersebut.
"Tentunya kita akan
berikan teguran, dan setelah itu kita mencari tahu perusahaan yang memproduksi
makanan dan minuman kemasan tersebut. Yang pasti siapa yang menjajakan itu kita
berikan sanksi," katanya.
Virgojanti mengatakan, hal
tersebut sebagai upaya yang dilakukan Pemprov Banten terkait pengawasan dan
keamanan pangan.
"Nah itu sebagai
pengawasan yang berkaitan dengan keamanan pangan," sambungnya.
Pada kesempatan itu,
Virgojanti mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menjadi konsumen yang cermat
dan bijaksana saat berbelanja. Tidak hanya itu, ia juga berharap kepada
masyarakat tidak melakukan panic buying.
"Tentunya saya ingin
masyarakat cermat dalam berbelanja, jangan hanya melihat barang yang diskon.
Tapi tidak melihat batas kadaluarsa," imbuhnya.
"Ini harus kita minta
kepada masyarakat yang nanti berbelanja di pusat belanja tetap menjadi konsumen
yang bijak, yang tidak melakukan panik buying dan belanja yang cermat dan
teliti dan hati-hati," tandasnya.