• Monday, 22 July 2019
  • Festival Peh Cun, Tingkatkan Potensi Pariwisata Di Kota Tangerang


    Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin saat membuka Festival Peh Cun 2019 dari atas Perahu di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (15/6/2019).*

    Festival Peh Cun yang rutin digelar setiap tahun di Bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, berlangsung meriah, Sabtu (15/6/2019). Kegiatan yang dilaksanakan hingga Ahad (16/6/2019) ini, dibuka langsung Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin dan dihadiri Andy F. Noya atau yang biasa dikenal Kick Andy serta Bens Leo salah satu pengamat musik.

    Dalam sambutannya saat membuka Festival Peh Cun 2019, wakil wali kota Tangerang Sachrudin di atas perahu di tengah Sungai Cisadane menyampaikan bahwa Festival Peh Cun menjadi agenda wisata tahunan yang bisa dinikmati oleh wisatawan lokal, nasional hingga internasional.

    Ia mengatakan, setiap tahunnya festival Peh Cun selalu menampilkan keanekaragaman potensi yang ada di Kota Tangerang. Potret budaya dan potensi di Kota Tangerang.

    “Terima kasih atas kerja keras semua panitia dan penyelenggara Festival Peh Cun. Semoga agenda tahunan ini bisa terus meningkatkan pariwisata di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.

    Ia berharap, dari Festival Peh Cun yang diselenggarakan setiap tahun ini, bisa menambah daya tarik pariwisata Kota Tangerang. “Mudah-mudahan kedepannya, event ini semakin baik lagi sehingga daya tariknya lebih besar untuk masyarakat dan menjadi objek wisata yang menarik,” ujar Sachrudin.

    Sementara itu, Ketua Panitia Festival Peh Cun, Edy Kurniawan menjelaskan, Peh Cun tahun ini mengangkat tema ‘Kejujuran dan Kesetiaan yang Tak Lekang oleh Waktu’. Salah satu rangkaian acaranya yaitu Festival Cabai. Dimana berbagai Cabai ditampilkan, mulai dari Cabai yang kecil hingga besar, Cabai lokal hingga internasional.

    Tidak lupa juga, Cabai tersebut dijadikan salah satu perlombaan, yaitu lomba Uleg Sambal. “Cabai memberikan simbol kejujuran lewat rasa. Ketika memakan cabai maka pedaslah yang dirasakan, tidak ada manis atau rasa lainnya,” tutur Edy.

    Dikatakannya berbagai rangkaian kegiatan digelar, mulai dari lomba perahu, membaca puisi, kuliner khas Tionghoa serta masih banyak lainnya, yang menjadi daya tarik wisata. Acara Peh Cun ialah perayaan dari adat Tionghoa yang selalu berdekatan dengan perayaan Idul Fitri bagi umat muslim.

    “Tanggal 7 Juni kemarin, bertepatan peristiwa alam semesta. Kalau orang kami menyebutnya ‘tuang yan’, itu jarak terdekat Matahari dan Bumi. Makanya kemarin saat tanggal 7 juni 2019 pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00, masyarakat Tionghoa mendirikan telur tegak lurus, karena di situ adalah peristiwa yang tiap tahun terjadi,” jelas Edy.

    Diketahui, Peh Cun sendiri dalam arti bahasa Indonesia adalah mendayung perahu. Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini untuk warga Kota Tangerang.

    Oleh karenanya, Perayaan Peh Cun juga identik dengan lomba mendayung kapal naga, yang kali ini diikuti oleh 14 kapal, di mana dalam satu kapal tersebut terdiri dari sekitar 20 orang. “Kami melibatkan pihak Kepolisian, TNI, dan seluruh elemen masyarakat, serta elemen organisasi di Kota Tangerang,” tandasnya.

    Sumber : https://www.kabar-banten.com/festival-peh-cun-tingkatkan-potensi-pariwisata-di-kota-tangerang/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan