• Thursday, 20 June 2019
  • Durian Sebagai Produk Agrobisnis Andalan Banten


    Potensi sektor pertanian dan perkebunan di Banten cukup menjanjikan. Produk lokal Banten yang cukup dikenal yakni produk hasil perkebunan berupa durian. Sejumlah daerah di Banten, merupakan sentra perkebunan durian yang banyak diminati konsumen, bukan hanya warga Banten tetapi luar daerah Banten.

    Salah satu sentra perkebunan durian di Banten yakni di Kabupaten Lebak. Pemkab Lebak saat ini sedang mengembangkan potensi daerah. Terlebih, Kabupaten Lebak dinilai memiliki banyak potensi termasuk di sektor pariwisata dan pertanian

    Dengan menggenjot program ini maka diharapkan Lebak menjadi daerah yang bisa mengejar ketertinggalan agar sejajar dengan daerah lain. Sejauh ini, harus diakui, Lebak masih dikenal sebagai daerah terbelakang atau tertinggal dibandingan dengan daerah lain. Bahkan, seringkali Lebak menjadi representasi dari disparitas pembangunan di Banten antara Banten utara dan selatan.

    Bupati Lebak Iti Oktiavia Jayabaya mengatakan, pada periode 2019-2024 ini, dia ingin menjadikan Kabupaten Lebak sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional berbasis potensi lokal. Menurut dia, sebagai wilayah yang memiliki banyak potensi, Kabupaten Lebak harus maju dan berkembang dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Banten.

    Perhatian pada potensi lokal salah satunya langsung ditunjukkan dengan acara syukuran festival “Murak Kadu” atau belah buah durian yang diberikan gratis kepada masyarakat di Pendopo Bupati Lebak, sebagai bentuk syukuran seusai pelantikan sebagai Bupati Lebak periode 2019-2024, Selasa 15 Januari 2019 lalu.

    Pada festival yang baru pertama kali digelar itu, terdapat setidaknya 33 jenis varietas durian yang sengaja didatangkan dari berbagai pelosok wilayah di Lebak, untuk disantap bersama oleh warga Lebak. Salah satu primadona Festival Murak Kadu kali ini adalah kadu bungbulang yang berukuran jumbo, yang saat ini hanya ada satu pohon di Kecamatan Gunung Kencana.

    Pesta makan durian gratis ini mendapat perhatian masyarakat dan menyedot ketertarikan masyarakat. Dari sisi ini, tentu acara seperti itu mampu dengan cepat mengenalkan produk perkebunan di Lebak. Bahwa dibalik sebutan daerah tertinggal Lebak kaya akan potensi lokal berupa durian, gula aren, sale pisang, dan masih banyak lagi produk lokal lainnya yang sudah dikenal, bukan hanya tingkal lokal tapi juga nasional dan internasional.

    Pengembangan produk lokal berupa durian harus didukung oleh semua kalangan. Termasuk kesadaran masyarakat untuk membeli produk agrobisnis lokal Banten. Dengan mencintai produk lokal maka sudah tentu akan berdampak pada kesejahteraan petani durian.

    Sedangkan pemerintah daerah dalam pengembangan produk durian yakni dengan melestarikan bahkan mengembangkan bibit-bibit unggul sehingga makin banyak di Banten. Artinya, sentra-sentra perkebunan durian harus lebih banyak lagi.

    Dari sisi pemasaran, pemerintah daerah harus membantu dalam peningkatan SDM petani durian. Yakni dengan melajukan pembinaan sehingga tidak kalah bersaing dengan petani-petani durian dari daerah lain.

    Apa yang dilakukan Pemkab Lebak dengan menggelar festival ‘Murak Kadu” merupakan terobosan dalam rangka mengenalkan durian lokal kepada masyarakat. Termasuk menjadi objek wisata jika dikenal dengan kegiatan-kegiatan yang menarik lainnya.

    Komitmen Bupati Lebak Iti Ovtavia Jayabaya fokus pada program-program prioritas pengembangan produk berbasis lokal merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap sehingga akan terlihat kemajuan pembangunan yang dicapai. Tentu tujuannya, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan Lebak menjadi daerah yang lepas bayang-bayang ketertinggalan, keterbelakangan dan sebutan minor lainnya.***

     

    Oleh Maksuni

    Penulis, Jurnalis Kabar Banten


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan