• Thursday, 20 June 2019
  • Sinergi, Percepat Pemulihan Pariwisata Banten


    Bencana tsunami pesisir Selat Sunda 22 Desember 2018 lalu, telah berdampak pada anjloknya sektor pariwisata di Banten. Oleh karena itu, selain fokus dalam penanganan korban tsunami, pemerintah juga mendorong pemulihan sektor pariwisata Banten agar bisa segera bangkit.

    Tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah dalam proses pemulihan (recovery) sektor pariwisata, yakni pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemasaran dan destinasi wisata.

    Untuk mengoptimalkan tiga prioritas ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menyiapkan berbagai kegiatan di Kabupaten Pandeglang dan Anyer, sebagai daerah terdampak bencana tsunami pesisir Selat Sunda.

    Berkaca pada sejumlah daerah yang terkena tsunami yakni di Bali, Lombok NTB dan Palu, proses pemulihan tersebut paling lama enam bulan. Bila dihitung  sejak tsnami 22 Desember 2018 hingga awal April 2019, maka sudah melebihi tiga bulan.

    Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Serang dan Pemkab Pandeglang dalam mempercepat pemulihan sektor pariwisata. Termasuk juga kalangan pengusaha hotel yang terus meyakinkan masyarakat, daerah wisata pantai di Banten sudah aman untuk dikunjungi.

    Pemkab Serang pada pertengahan Maret lalu menggelar acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Serang di Anyer. Penetapan lokasi MTQ di Anyer, salah satunya dalam rangka membangkitkan sektor pariwisata yang terpuruk. Demikian juga penggunaan hotel-hotel di Anyer untuk kegiatan rapat.

    Namun diakui ada kendala yang menyebabkan pemulihan tidak berlangsung cepat. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada acara “Coffe Morning” dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Pendopo Bupati, Senin (1/4/2019), mengatakan status siaga Gunung Anak Krakatau (GAK) yang cukup lama, dan baru sekarang sudah turun status menjadi wasapada atau level III dan level II.

    Bupati Serang mengungkap sektor pariwisata di Banten terpuruk terlihat dari data kunjungan wisatawan Kabupaten Serang di 2018 domestik mencapai 8,3 juta dan wisman 1.470 orang. Sementara  pada 2019 hingga bulan ini masih rendah capaiannya.

    Sedangkan Pemkab Pandeglang juga melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan sektor pariwisata. Pada HUT ke-145, Pemkab Pandeglang mengangkat tema “Pandeglang Bangkit, Selat Sunda Aman” merupakan upaya meyakinkan akan masyarakat bahwa wilayah wisata pantai di Pandeglang aman dikunjungi.

    Berbagai upaya lain, yakni Pemkab Pandeglang menggerakan berbagai pembangunan di segala sektor, terutama memperbaiki dan membenahi infrastruktur menuju kawasan wisata. Selain itu, pemerintah daerah terus meyakinkan kepada masyarakat, investor dan wisatawan bahwa pariwisata Pandeglang sudah normal dan kembali siap menjamu dan melayani setiap tamu wisata.

    Memulihkan sektor pariwisata, pemerintah tidak bisa sendiri. Sinergi dengan berbagai kalangan, pemangku kepentingan sangat berpengaruh. Sinergi yang dimaksud dalam hal program dalam pemulihan pariwisata. Artinya, pembagian yang jelas mengenai program pemulihan tidak boleh tumpang tindih, memperkecil kegiatan rapat-rapat tetapi lebih kepada program ril yang dirasakan masyarakat.

    Hal itu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan, apalagi yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tanpa memperhatikan dampak dari kegiatan tersebut. Oleh karena itu, dalam konteks ini, peran Pemprov Banten sebagai wakil pemerintah pusat, sangat penting dalam mengkoordinasi kegiatan dalam pemulihan sektor pariwisata di Banten. Hilangkan ego sektoral dan lebih memprioritaskan pariwisata di Banten segera bangkit. Jangan sampai kondisi semakin terpuruk yang akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di Banten.***

     

    Oleh Maksuni

    Penulis, praktisi jurnalistik


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan