• Monday, 22 July 2019
  • Mengenalkan Banten Lewat Batik


    Indonesia kaya akan sejarah dan budaya. Termasuk karya-karya yang didasarkan pada keanekaragaman suku, adat istiadat dan budaya. Seperti karya anak negeri berupa pakaian batik. Sejak UNESCO menetapkan Hari Batik Nasional  pada 2 Oktober 2009, sektor usaha pembuatan batik di Indonesia terus berkembang pesaat.


    Hal itu antara lain karena pemerintah menekankan pemakaian batik di instansi pemerintahan dan swasta seminggu sekali. Di Banten, motif batik sangat beragam dan pangsa pasar sudah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk mancanegara. Batik Baduy salah satu yang kini cukup dikenal di pangsa mancanegara.


    Sadar akan pentingnya hak cipta batik, sejumlah pemerintah daerah di Banten telah terdaftar di Direktorat Jenderal HKI Melalui Direktur Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak, Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.


    Di Lebak sejak 2015, sebanyak 12 motif batik yang sudah memiliki hak cipta tersebut yakni diberi nama khusus khas Lebak dengan berbagai keragamannya. Sebagaimana diketahui, Lebak memiliki ciri khas, seperti masyarakat adat Baduydan Kaolotan, serta kekayaan alam yang melimpah baik tambang maupun wisata. Lebak terkenal dengan tambang emas dan juga batu akiknya. Belum lagi potensi wisata baik pegunungan maupun wisata pantainya.


    Ke-12 motif khas Lebak dihasilkan dari kerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta itu masing-masing diberi nama Motif Caruluk Saruntuy, Kahirupan Baduy, Leuit Sijimat, Seren Tahun, Gula Sakojor, Rangkasbitung, Angklung Buhun, Kalimaya, Sawarna, Pare Sapocong, serta Motif Sadulur, dan Lebak Bertauhid.


    Bukan hanya di Lebak, di Kabupaten Pandeglang juga demikian. Sebanyak 14 motif batik khas Kabupaten Pandeglang sudah masuk daftar resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Sementara itu, ke-14 motif batik tersebut adalah motif Pandeglang Berkah, Pandeglang Lumampah, Pandeglang Tawadhu, Jojorong Sapasung, Kaceprek Sapalengpeng. Kemudian motif Kadu Sakangkot, Gula Kaung Sakojor, Rampak Bedug, Taleus Sabeuti Pandan Sadapur, Puteuy Sapapan Jengkol Sapalekpek, Leuit Salisung Pare Sapocong, Badak Sacula, Kacapi Saruntuy, dan Cangkaleng Sasiki.


    Selain di Lebak dan Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang juga memiliki ciri khas masing-masing. Beragama ciri khas motif batik makin memperkaya identitas budaya lokal.


    Selain itu, membahas batik tak bisa dilepaskan dari batik Banten. Berdasarkan data dari pemilik batik Banten, Uke Kurniawan, pada 2018 ada sekitar 245 motif batik cetak yang dimiliki oleh Batik Banten, namun baru 150 motif yang dipatenkan.


    Sebanyak  60 motif batik milik Banten, sisanya sebanyak 90 motif batik milik arkeolog Universitas Indonesia. Sebanyak 195 motif batik lainnya masih dalam penelitian untuk mengetahui apa isi dari filosofi motifnya.


    Industri kerajinana batik telah tumbuh cukup pesat. Hal itu tentu menjadi hal positif karena batik juga bisa menjadi sarana mengenalkan Banten ke nusantara dan mancanegara. Apalagi saat ini, menggunakan batik bukan hanya untuk ke acara-acara resmi dan formal, tetapi untuk bepergian pun sudah banyak yang memakainya.


    Industri batik pun sudah merambah pada bisnis online sehingga semakin mudah dikenal masyarakat. Meskipun demikian, peran pemerintah pusat dan daerah dalam menumbuhkan

    kerajinan batik sangat penting. Terutama perhatian dengan mengikutkan pada berbagai even baik nasional maupun internasional. Seperti pameran-pameran, maupun even-even lain. Pemerintah perlu mengenalkan batik khas Banten bukan hanya ke luar, tetapi juga mengarahkan konsumen datang ke Banten. Apa yang dilakukan Batik Banten dengan mengembangkan produk tidak hanya dalam bentuk baju atau selendang, kini motif batik dipakai untuk beragam aksesoris seperti tas, gelang, dan kalung, sangat bernilai ekonomis dan Banten makin dikenal. Hal itu bisa dilihat Banten menjadi salah satu primadona industri batik di Indonsia. Tak sedikit dari berbagai daerah pun datang ke Batik Banten hanya untuk melihat proses cetak batik sekaligus membeli souvenir untuk oleh-oleh. Ini salah satu strategi jitu dalam mengenalkan Banten ke berbagai wilayah, baik di dalam negeri maupun mancanegara.***

    Oleh Maksuni
    Penulis, jurnalis Kabar Banten


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan