• Sunday, 19 May 2019
  • LPTQ Banten Hidupkan Tradisi Hataman Alquran di Banten Lama


    Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten menghidupkan kembali tradisi hataman Alquran setiap malam Jumat. Kegiatan mengundang para santri tersebut dipusatkan di Masjid Agung Sultan Hasanuddin Banten Lama, Kota Serang.

    Sekretaris LPTQ Banten H. Uesul Qurni mengatakan, kegiatan tersebut sudah berlangsung dua kali. Hataman Alquran pertama dipimpin Al Hafiz KH. Mi’rojudin dari Kasemen, Kota Serang. Sementara kegitan Kamis malam atau malam Jumat kedua dipimpin Ustaz Sapari, juga hafiz dari Kasemen. “Insya Allah, kedepan kegiatan ini akan diikuti juga oleh pengurus LPTQ Kabupaten/ Kota,” kata H. Uesul Qurni, Kamis (25/4/2019).

    Menurut H. Uesul, hataman Alquran pada malam Jumat bukan hanya tradisi di pesantren, tetapi juga tradisi keagamaan sebagian masyarakat Banten. Tradisi ini masih dilestarikan hingga saat ini, terutama jika ada kegiatan tertentu. “Hal ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan di masyarakat Banten masih sangat kental,” katanya.

    Menurutnya, kegiatan ini sedikitnya mengandung dua fungsi, yakni fungsi keagamaan dan fungsi sosial. Fungsi keagamaan, sebagai media belajar dan memperbaiki bacaan Alquran, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengharapkan pahala-Nya. Sementara fungsi sosial, antara lain sebagai media sosial bagi masyarakat untuk saling berinteraksi satu sama lain, dan sebagainya.

    Sementara Ketua Harian LPTQ Banten Prof. KH. Syibli Syarjaya mengatakan, program hataman Alquran setiap malam Jumat di Masjid Agung Sultan Hasanuddin Banten merupakan ide Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

    “Pak Gubernur dan Pak Wagub meminta LPTQ agar memakmurkan Masjid Agung Banten dengan hataman Alquran. Kedepan, insya Allah selain melibatkan para santri, juga akan mengikutsertakan warga setempat,” katanya.

    Syibli mengaku bersyukur, sebab Gubernur dan Wakil Gubernur sangat peduli dan member perhatian penuh terhadap kegiatan keagamaan. Mengutif pernyataan Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin, Syibli mengatakan keutamaan membaca Alquran antara lain, pertama, akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.

    Kedua, mendapatkan predikat insan terbaik. Ketiga, mendapatkan pahala akan bersama malaikat di akhirat, bagi yang mahir mambacanya. Keempat, mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar. Kelima, akan diangkat derajatnya oleh Allah. Keenam, mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya.

    Khusus tentang khataman Alquran, KH. Syibli menyebutnya sebagai amalan yang paling dicintai Allah. Sementara mereka yang mengikuti khataman Alqur’an diibartkannya seperti mengikuti pembagian ghanimah. Ia mengutif hadits riwayat Abu Qilabah, Rasulullah SAW. mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Alquran ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Alquran maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (HR. Addarimi).

    “Insya Allah mereka yang mengikuti hataman Alquran akan mendapatkan doa dari para malaikat Mereka telah mengerjakan sunah Rasulullah SAW,” ungkapnya.

    Sumber : https://www.kabar-banten.com/lptq-banten-hidupkan-tradisi-hataman-alquran-di-banten-lama/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan