• Sunday, 20 January 2019
  • Cabor Muaythai Diharapkan Jadi Pendulang Emas bagi Banten


    Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo (keempat dari kiri) saat menerima kunjungan dari tim muaythai Banten yang dipimpin oleh Ketua Pengprov Muaythai Banten Roni Alfanto (ketiga dari kiri) di gedung KONI Banten, Rabu (9/1).

    SERANG – Cabang olahraga muaythai diharapkan menjadi pendulang emas bagi Provinsi Banten pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020  di Papua. Menjelang pra-PON, atlet muaythai Banten terus berlatih mempersiapkan diri sehingga bisa meraih tiket PON.

    Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, prestasi stabil yang diraih tim muaythai Banten yang berhasil menjadi juara umum berturut-turut di beberapa ajang kejuaraan tingkat nasional menandakan Banten punya potensi untuk meloloskan atlet serta mempersembahkan emas di Papua. 

    “Berdasarkan laporan dari Ketua Pengprov Muaythai Roni Alfanto terakhir, pihaknya berhasil meraih 7 emas di berbagai kelas yang diikuti saat ikut Kejurnas Piala Wakil Presiden, kejurnas Kemenpora, dan lainnya. Ini modal untuk pra-PON Papua bagi kami,” kata Rumiah saat menerima kunjungan tim Muaythai Banten ke KONI Banten, kemarin.

    Ia berharap atlet Banten yang berhasil meraih medali emas ini terus mempertahankan prestasi agar nantinya bisa lolos ke Papua. KONI Banten memberikan target atlet yang berhasil lolos tiga besar saja yang akan diberangkatkan. “Saya optimistis muaythai Banten bisa berprestasi dan menjadi lumbung emas menggantikan cabang olahraga pendulang emas di PON Jawa Barat yang tidak dipertandingkan di PON Papua 2020, seperti berkuda, drumband, dan cabor lain yang hingga saat ini belum ada kejelasan ,” tegasnya.

    Dengan sinergi antara Pengprov Muaythai Banten dan KONI Banten diharapkan tercipta kebersamaan untuk membawa ‘Banten Cemerlang’ di tahun 2020. Dengan koordinasi ini juga diharapkan persiapan lebih matang dan berprestasi.

    Ketua Pengprov Muaythai Banten Roni Alfanto mengatakan, pihaknya kini tengah menyusun program latihan agar bisa meloloskan atlet ke Papua serta mempersembahkan medali emas untuk Banten. “Program yang kami susun adalah berlatih teknik dan mematangkan persiapan atlet untuk menghadapi pra-PON. Latihan sendiri kami lakukan dua kali dalam sehari. Tujuannya agar performa atlet tetap terjaga,” ungkap Roni. Dalam pra-PON, pihaknya akan terjun di 15 kelas yang dipertandingkan. Para atlet bisa berada di peringkat 3 besar sehingga mendapat tiket ke Papua. Pihaknya juga akan melakukan regenerasi atlet baru untuk kelas 48 kg putri, 57 kg putri, dan 73 kg putra lantaran pengurus besar muaythai membatasi umur atlet maksimal berumur 18 tahun. “Kami akan segera melakukan training serta konsentrasi untuk meloloskan banyak atlet ke Papua ,” katanya.


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan