• Tuesday, 16 October 2018
  • Meriam Ki Amuk Masih Menjadi Daya Tarik Wisatawan


    MUSEUM Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang didirikan pada tanggal 15 Juli 1985 di halaman utara situs Keraton Surosowan masih banyak didatangi pengunjung. Biasanya, pengunjung yang datang ke museum kebanyakan dari kalangan pelajar. Mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Mereka sengaja datang untuk melihat barang-barang peninggalan sejarah yang ditemukan di area Banten Lama.

    Salah satu peninggalan sejarah yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Meriam Ki Amuk yang menjadi ikon museum. Sedikit sejarah tentang Meriam Ki Amuk yang merupakan senjata paling ditakuti oleh pasukan musuh yang akan menyerang Banten. Karena kekuatan suara dentuman yang dihasilkan Meriam Ki Amuk sangat dahsyat sehingga membuat musuh kocar-kacir ketakutan. Hal itu terbukti ketika pasukan armada laut Portugis dan Belanda yang akan berlabuh di Pantai Banten pada abad ke-15 dan abad ke-18.

    Meriam Ki Amuk

    Menurut Kepala Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Fajar Satya Burnama, biasanya wisatawan penasaran dengan Meriam Ki Amuk tersebut. “Banyak wisatawan yang memang penasaran dengan Meriam Ki Amuk,” katanya. Ada mitos, barang siapa yang bisa memeluk Meriam Ki Amuk, semua keinginannya dapat terkabulkan. Ada juga mitos yang mengatakan siapa saja yang bisa melempar koin tepat pada lubang meriam tersebut akan kaya raya, karena mitos itulah yang menjadi daya tariknya.

    Selain anak sekolah, ada banyak juga wisatawan asing yang datang untuk melakukan penelitian tentang sejarah Banten Lama. “Pengunjung di sini juga tidak hanya dari daerah Banten saja, tetapi dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor. Bahkan ada juga wisatawan asing asal negara Jepang dan Prancis. Biasanya mereka melakukan penelitian,” ucapnya.

    Ia juga menjelaskan barang yang ada di museum belum ada barang temuan baru. “Untuk barang peninggalan sejarah di museum belum ada penambahan atau penemuan yang baru. Tetapi kalau barang titipan dari warga ada beberapa yang disimpan di sini, namun kita belum pastikan kebenarannya kalau barang itu bersejarah atau tidaknya. Karena ketika ditanya asal usulnya mereka tidak tahu. Barangnya berbentuk keris dan beberapa keramik serta pecahan gerabah,” tuturnya.

    Museum merupakan tempat untuk menyimpan, merawat serta melestarikan warisan budaya yang bertujuan sebagai pembelajaran, penelitian dan hiburan. Ada banyak peninggalan sejarah yang terdapat di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama serta sejarah tentang kesultanan Banten.

    Seperti seorang pengunjung museum asal Rangkas, Nurhadini. Saya memang dari dulu sudah senang sama sejarah, apalagi tentang Banten Lama. Dari sejarah kan kita juga jadi tau bagaimana perjuangan para pahlawan dan asal usul daerah kita seperti apa,” kata Dini yang merupakan siswi kelas XII SMK Ikhlas Jawilan. Untuk warga yang ingin mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama bisa datang di hari Senin-Jumat pukul 09.00 WIB sampai 16.30 WIB, gratis.

    Sumber : https://www.kabar-banten.com/meriam-ki-amuk-masih-menjadi-daya-tarik-wisatawan/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan