• Monday, 10 December 2018
  • Pengelolaan Banten Lama Terintegrasi


    SERANG - Pemprov Banten akan membentuk Badan Pengelola Banten Lama setelah penataan rampung secara menyeluruh. Pengelolaan Banten Lama akan dibuat secara terintegrasi dengan melibatkan semua pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat hukum adat setempat.

    “Itu sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Prinsipnya akan melibatkan semua pihak terkait dengan tujuan pelestarian aset kebudayaan,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy kepada wartawan, seusai rapat kerja agung Lembaga Pemangku Adat Dzuriat Kesultanan Banten di salah satu hotel Kota Serang, Rabu (19/9/2018).

    Ia menjelaskan, dalam Pasal 97 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2010 mengamanatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah memfasilitasi pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. “Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dilakukan oleh badan pengelola yang dibentuk oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan atau masyarakat hukum adat,” ujarnya.

    Melalui Badan Pengelola, dia berharap, Keluarga Besar Dzuriat Kesultanan Banten bisa bersinergi dalam rangka meningkatkan potensi Kawasan Banten Lama sebagai destinasi unggulan wisata budaya dan religi. “Keluarga Besar Dzuriat Kesultanan Banten, agar terus mengembangkan kenadziran dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, untuk kebersamaan dalam pembangunan daerah di Provinsi Banten,” ucapnya.

    Ia menuturkan, saat ini revitalisasi tahap awal kawasan cagar budaya yang berlokasi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang tersebut sudah mencapai 30 persen. Secara fisik revitalisasi tahap awal sudah menunjukkan beberapa progres, seperti sudah terpasanganya payung Madinah, pemasangan marmer yang terus berjalan, dan pembangunan gerbang.

    “Progresnya sudah sangat luar biasa, sudah terpasang tiga payung Madinah, hamparan marmernya juga sudah terpasang, bahkan gerbang depan sudah ada. Jadi sudah semua, alhamdulillah berjalan dengan baik tinggal kami jaga dan kami harapkan bisa selesai di bulan November, untuk tahap awal,” tuturnya.

    Secara umum, tahap awal revitalisasi Banten Lama menargetkan pengerjaan pemasangan marmer di Alun-alun Masjid Agung Banten Lama, pemasangan payung Madinah, pembangunan tempat wudu, dan rehabilitasi toilet. “Ini juknis di Kawasan Masjid Agung Banten Lama,” katanya.

    Dengan perkembangan yang ada, mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar tersebut optimistis, pelaksanaan HUT ke-18 Provinsi Banten bisa dilaksanakan di Banten Lama. “Insya Allah HUT Banten kami laksanakan di alun-alun (Banten Lama), Insya Allah sudah siap, siap dilaksanakan di bulan Oktober,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, revitalisasi Banten Lama tersebut, harus menjadi momentum untuk mempersatukan masyarakat Banten. Setelah selesai, Banten Lama akan menjadi kebanggan masyarakat Banten yang bisa dinikmati oleh wisatawan internasional. “Mempersatukan dalam kaitan untuk kemajuan Banten itu sendiri,” ucapnya.

    Disinggung apakah Pemprov Banten akan kembali menambah anggaran revitalisasi pada APBD 2019, dia mengatakan, akan melihat situasi yang ada terlebih dahulu. “Nanti kami lihat dulu, nanti kami mana saja yang kurang kami akan rancang di (APBD) 2019. Kami memiliki mimpi kami akan integrasikan seluruh cagar budaya menjadi satu kawasan,” tuturnya.

    Ia berharap, revitalisasi Banten Lama ini bukan saja secara fisik, namun juga harus menyentuh mental masyarakat Banten. “Saya dengan pemerintah bukan saja mendorong pembangunan fisik, saya berharap dengan adanya pembangunan fisik tentu juga mengubah kekuatan mental dari dzurriyat dan masyarakat Banten untuk menjaga kesatuan dan persatuan,” katanya.

    Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, Tubagus A Abbas Wasse berharap, perubahan fisik Banten Lama melalui program revitalisasi disertai dengan perubahan mental masyarakat di Kawasan Banten Lama. “Karena revitalisasi tidak datang ujuk-ujuk, tanpa ada usaha,” ujarnya.

    Sumber : https://www.kabar-banten.com/pengelolaan-banten-lama-terintegrasi/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan