• Monday, 24 September 2018
  • Pandeglang Jadi Kawasan Industri


    PANDEGLANG – Pemprov Banten menyetujui usulan perubahan rancangan peraturan daerah (Raperda) atas Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2031, yang disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang akhir Juli lalu. Dengan disetujuinya aturan tersebut maka lahan seluas 1.463 hektare yang tersebar di 22 kecamatan untuk kawasan industri sudah bisa digunakan.

    Kepala Beppeda Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan membenarkan telah disetujuinya usulan perubahan RTRW oleh Pemprov Banten. Namun, kata dia, saat ini instansinya terlebih dahulu akan melakukan perbaikan dokumen perubahan RTRW tersebut karena banyak mendapatkan koreksi dari Gubenur Banten Wahidin Halim.

    “Iya, sudah ada koreksinya, sekarang kita sedang melakukan perbaikan terhadap koreksi itu dulu. Usulan perubahan RTRW itu disetujui. Hanya saja, kita harus melakukan perbaikan dulu,” katanya usai menghadiri rapat dinas di gedung BKD Kabupaten Pandeglang, Kamis (9/8).

    Kurnia berjanji akan segera menyampaikan dokumen perbaikan terhadap koreksi yang diberikan Gubernur Banten. “Setelah diperbaiki akan langsung kita sampaikan. Karena nanti kita akan dipanggil lagi oleh Pak Gubernur untuk menyampaikan hasil perbaikan itu. Nah, setelah itu, Pak Gubernur juga akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang), kemudian ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), dan kementerian lainnya,” katanya.

    Kurnia menerangkan, daerah yang diproyeksikan sebagai kawasan industri besar berada di Kecamatan Bojong, Cikeusik, Labuan, Pagelaran, dan Kecamatan Sukaresmi. Sementara untuk kawasan industri menengah ada di Kecamatan Cimanuk, Cipeucang, Cikedal, Pandeglang, Karangtanjung, Saketi, Cadasari, Panimbang, Jiput, Munjul, Menes, Pagelaran, Kaduhejo, Carita, Banjar, Sumur, dan Kecamatan Picung. Sedangkan untuk industri kecil dan mikro tersebar di semua wilayah di Kabupaten Pandeglang.

    “Dengan adanya perubahan RTRW itu diharapkan bisa menjadikan Kabupaten Pandeglang sebagai daerah yang maju dan siap bersaing dengan daerah lain di Banten,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Fisik Prasarana Bappeda Kabupaten Pandeglang Andri Pramono Susanto meyakini, dengan adanya perubahan RTRW tersebut, Pandeglang bisa bersaing dengan daerah lain di Banten. “Dengan adanya revisi atau perubahan RTRW itu diharapkan bisa mewujudkan pemanfaatan hutan yang berdaya guna serta menyelaraskan pertumbuhan di Pandeglang sehingga bisa tumbuh bersama daerah lain di Banten,” katanya.

    Dihubungi melalui sambungan telepon seluler, anggota Komisi III DPRD Pandeglang Rain Fahrudin menyambut baik perubahan RTRW tersebut. Namun, dia mengingatkan Pemkab agar perubahan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pandeglang. “Perubahan itu tentunya sangat bagus karena dengan diubahnya RTRW kita tentunya ke depan akan banyak investor yang menanamkan investasi di kita. Tetapi, yang paling penting adalah perubahan itu harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai, ketika banyak industri di Pandeglang, masyarakat setempat hanya menjadi penonton,” katanya.

    Sumber : https://www.radarbanten.co.id/pandeglang-jadi-kawasan-industri/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan