• Tuesday, 17 July 2018
  • Arief Gagas Integrasi E-Government Untuk Pelayanan Publik di Kota Tangerang


    TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana mengintegrasikan secara penuh sistem electronic government (e-Government) yang selama ini telah terbangun. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan pelayanan publik di Kota Tangerang.

    “Intinya kami ingin menyederhanakan proses birokrasi yang ada dengan mengintegrasikan semua aplikasi yang telah terbangun dan semua berkas harus segera didigitalisasikan,” kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat memimpin rapat integrasi e-Government di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Selasa (10/7/2018).

    Ia menjelaskan, bahwa integrasi sistem e-Government menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi selama penerapan sistem smart city di Kota Tangerang. “Ini merupakan hasil dari evaluasi yang telah kami lakukan terhadap berbagai aplikasi yang telah terbangun,” ucapnya.

    Selama ini, menurut dia, proses administrasi keuangan contohnya, memerlukan proses yang panjang dalam hal perencanaan, penganggaran, dan proses pencairannya. “Jadi, selama ini terkesan lama, karena proses input datanya yang berulang belum lagi proses verifikasinya,” ujarnya.

    Demikian juga dengan pelayanan publik, baik itu terkait pendidikan, kesehatan maupun perizinan, dan administrasi kependudukan, dia berharap, ke depan hanya cukup satu aplikasi yang terintegrasi yang bisa memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik yang ada.

    “Jadi, enggak perlu lagi bawa foto kopi KTP atau KK atau berkas lain, karena semuanya itu kan sudah ada di database, jadi tinggal tarik saja datanya. Mau perizinan tinggal ketik nama datanya semua muncul, demikian juga ketika mau daftarin anak sekolah atau ke RS pemerintah. Enggak perlu isi formulir pendaftatan dan bawa berkas lagi,” tuturnya.

    Sehingga, melalui integrasi aplikasi e-Government tersebut, diharapkan tidak ada lagi proses birokrasi yang berbelit, yang berbiaya tinggi dan terkesan ribet, karena harus bawa berkas yang banyak. “Saya kalau berkunjung ke ruang kerja pegawai, meja kerjanya pada berantakan, karena berkas yang menumpuk dan ada OPD yang harus nyewa gudang hanya untuk menyimpan berkas yang sebenarnya bisa didigitalisasi,” katanya.

    Dan melalui full integrasi aplikasi e-Government tersebut, dia berharap, tidak ada lagi berkas yang menumpuk dan keterlambatan pelayanan publik, karena berkasnya terselip. Karena, semuanya bisa diakses secara online. Terakhir, dia menegaskan, bahwa jika sistem tersebut, bisa diintegrasikan maka akan ada efisiensi baik dari sisi publik sebagai user maupun dari sisi anggaran pemerintah daerah sebagai operator.

    “Karena, enggak ada lagi biaya buat belanja ATK, karena sudah paperless, masyarakat juga tinggal klik aplikasi untuk mendapatkan layanan yang tersedia, enggak perlu repot mikirin cuti kerja atau biaya ojek. Karena, bisa diakses di rumah atau di tempat kerjanya,” ucapnya.

    Sumber : https://www.kabar-banten.com/arief-gagas-integrasi-e-government-untuk-pelayanan-publik-di-kota-tangerang/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan