• Monday, 24 September 2018
  • Umat Hindu Banten Gelar Sedekah Bumi dan Pawai Ogoh-ogoh


    SERANG – Sebelum menjalani Nyepi, hari ini umat Hindu di Indonesia termasuk di Banten menjalani serangkaian ritual, dari sedekah bumi hingga pawai Ogoh-ogoh. Kedua ritual itu memiliki makna filosofi tersendiri.

    Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja menuturkan, sedekah bumi merupakan ritual untuk menggambarkan rasa syukur umat terhadap limpahan rezeki bumi. Selain itu, agar rezeki tersebut tetap ada di tahun-tahun selanjutnya.

    Sedangkan pawai Ogoh-ogoh memiliki makna hubungan simbolis antara manusia dengan ciptaan Tuhan selain manusia yang disebutmutakala atau roh-roh jahat. “Patung besar itu kita simbolkan sebagai mutakala, kita meyakini adanya roh jahat. Dengan ritual ini kita percayai akan memberikan ketenangan ke manusia, dan dalam melaksanakan hari Nyepi,” paparnya, Jumat (16/3).

    Ada sekitar delapan Ogoh-ogoh dengan berbagai macam ukuran, semuanya akan diarak beserta gunungan yang sudah disiapkan di area Taman Kopassus.

    “Hanya diarak saja, tidak dibakar. Diarak itu, dikelilingkan oleh manusia sebagai simbol manusia tidak senang dengan pikiran-pikiran jahat, sehingga pikiran itu dirubah menjadi pikiran baik,” tuturnya.

    Ketua Panitia I Wayan Hadi Sutmajaya menjelaskan, sebelum acara hari ini, umat menyelenggarakan beberapa kegiatan, baik kegiatan sosial maupun kegiatan keagamanaan.

    Pengobatan masal dilakukan pada 25 Februari dengan jumlah peserta 300 orang. Baksos dengan berbagi sembako dilakukan di Salira pada 3 Maret, 4 Maret di Tangerang, dan 10 Maret di Tanjung Pasir.

    “Melasti dilakukan di Tanjung Pasir pada 11 Maret. Perkembangan ogoh-ogoh semakin tahun, semakin atraktif, mudah-mudahan tahun depan lebih bagus lagi,” katanya.

    Sumber : https://www.radarbanten.co.id/umat-hindu-banten-gelar-sedekah-bumi-dan-pawai-ogoh-ogoh/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan