• Sunday, 24 June 2018
  • Pemprov Banten Siapkan Rp 1,4 Triliun Untuk SMK


    SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menyediakan anggaran pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1,4 triliun untuk sejumlah program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten.

    Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan anggaran tersebut menyikapi tingginya jumlah lulusan SMK yang menjadi pengangguran di Provinsi Banten.

    Gubernur Banten Wahidin Halim saat menghadiri acara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang mengatakan, pemerintah telah melakukan analisa terkait fakta tingginya angka pengangguran tersebut.

    Hasil analisa, penyebab lulusa  SMK menjadi penyumbang tertinggi pengangguran di Banten karena jurusan yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri.

    “Jurusannya itu-itu aja yang diminati, komputer, akuntansi, padahal itu tidak dibutuhkan dunia kerja. Justru yang banyak dibutuhkan jurusan elektro, kimia,” papar pria yang akrab disapa WH tersebut, Rabu (10/1).

    Selain itu, lanjut WH, sarana dan prasarana SMK di Banten tidak lengkap sehingga tidak menunjang proses belajar mengajar di sekolah tersebut. “Banyak sekolah yang tidak punya tempat praktik dan laboraturium,” katanya.

    Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya sumber daya manusia (SDM) pengajar dan instruktur yang mempunyai kapasitas yang baik. “Praktiknya juga pake mobil lama, sekarang sudah matic, yah gak sesuai,” katanya.

    Anggaran sekitar Rp 1,4 triliun tersebut  disiapkan untuk menyikapi persoalan-persoalan tersebut, dengan menyediakan sarana dan prasarana dan juga intensip guru di SMK.

    Tingginya angka pengangguran di Banten sendiri terungkap setelah Badan Pusat Statistik merilis data ketenagakerjaan. Kepala BPS Banten Agoes Soebeno menjelaskan tingkat penggangguran di Provinsi Banten pada Agustus 2017 tertinggi nomor dua di Indonesia.

    “Banten peringkat kedua di bawah Maluku karena tahun ini yang bekerja turun. Tahun lalu, Banten lebih baik karena hanya masuk peringkat lima besar,” tutur Agoes.

    Ia memaparkan, jumlah penduduk Banten yang bekerja pada Agustus 2017 sebanyak 5,08 juta orang dari jumlah penduduk sekira 12,2 juta. Ada penurunan sekira 11 ribu pekerja jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016.

    “Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun naik dari 8,92 persen pada 2016, menjadi 9,28 persen Agustus 2017. TPT ini didominasi lulusan SMK mencapai 14,75 persen,” ungkapnya.

    Sumber : https://www.radarbanten.co.id/pemprov-banten-siapkan-rp-14-triliun-untuk-smk/


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan