• Tuesday, 17 October 2017
  • Festival Bedol Pamarayan Berikan Income Positif


    SERANG – Tinggal menghitung hari, Pemkab Serang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) segera mengobati kerinduan masyarakat Pamarayan akan tradisi bedolan pada Festival Bedolan Bendung Pamarayan. Festival yang akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut yang mulai 12-15 Oktober itu, diprediksi akan disambut antusias masyarakat. Hal itu lantaran festival rakyat ini vakum sejak sembilan tahun lalu, terakhir diselenggarakan pada 2008.

    Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana mengatakan, Festival Bedolan Bendung Pamarayan menjadi ikon masyarakat yang akan dijadikan kalender wisata tahunan oleh Pemkab Serang. “Semua kegiatan di festival bakal sinergi dan diminati masyarakat makanya kita gelar secara akbar,” terang Agus yang juga selaku Asda I Pemkab Serang di ruang kerjanya, Senin (9/10).

    Dijelaskan Agus, bedolan merupakan kegiatan dibukanya bendungan yang dilakukan satu tahun sekali dan berdampak pada surutnya air di Bendung Pamarayan. Selain bertujuan untuk memperbaiki saluran yang rusak. “Tapi, pada saat bendungan dibedol, dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap ikan yang terbawa arus dan tercampur lumpur. Ikannya mabuk dan di situ masyarakat pesta ikan. Pasti ada yang bawa irig, kecrik, jaring, dan alat tangkap ikan lainnya,” ujarnya.

    Agus optimistis, festival bakal disambut antusias masyarakat Kabupaten Serang dan menjadi animo masyarakat. Segala sesuatu yang disenangi masyarakat akan dikunjungi ramai oleh masyarakat. Di festival itu pula, nantinya akan terlihat rangkaian dimulainya sosialisasi dan ajakan.

    “Kami akan memanfaatkan budaya yang ada untuk ditampilkan. Misalnya, wayang golek yang sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi kegiatan dan ajakan juga,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Agus menjelaskan, festival akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat di Pamarayan dan memberikan income positif. Untuk masyarakat, ada dua momentum yang bisa dimanfaatkan. Yakni, menyiapkan pameran dan warung rakyat sehingga pendatang lokal dari berbagai kecamatan akan berbelanja sehingga mendatangkan hasil selama festival berlangsung. Selain itu, ikan yang didapat masyarakat masih bisa dijual kepada pengunjung. “Jadi, jelas dampak income positif pada masyarakat pasti ada,” tegasnya.

    Agus berharap, festival bisa berlangsung lancar dan sukses. Paling utama, mengajak semua komponen, baik organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat untuk sama-sama menyosialisasikan kegiatan bedolan ini.

    “Tanpa kesertaan dan kebersamaan, setiap kegiatan tidak akan berakhir dengan baik,” tutupnya.

    Sumber : http://www.radarbanten.co.id/festival-bedol-pamarayan-berikan-income-positif/


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan