• Monday, 23 April 2018
  • Terbentuknya provinsi Banten


    Banten adalah bagian dari wilayah Indonesia yang berada di Ujung Pulau Jawa, sudah dikenal secara meluas sampai manca Negara sejak abad ke-14 (1330 M). Pada abad 16-17, dibawah kekuasaan Sultan Maulana Hasanudin dan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi salah satu kota perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia Tenggara dan dikenal sebagai pusat kerajaan Islam serta pusat perdagangan nusantara. Pada masa itu Banten menjadi tempat tempat persinggahan para pedagang dari berbagai belahan dunia, sekaligus menjadi pusat pertukaran dan persentuhan kebudayaan.

    Banten resmi menjadi sebuah provinsi ke-30 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tahun 2000, dibentuk melalui Undang-undang nomor 23 tahun 2000, sebelumnya banten merupakan keresidenan sebagai bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. Sebagaimana Undang-undang nomor 23 tahun 2000 tersebut, tujuan pembentukan Provinsi Banten adalah :

    1. Untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan guna menjamin perkembangan dan kemajuan dimasa yang akan datang.
    2. Untuk mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah.

    Banten Masa Kini dan Mendatang Banten merupakan salah satu kawasan andalan nasional di Indonesia dengan sektor andalan industri dan pariwisata. Kedua sektor andalan tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon. Di Banten terdapat pabrik baja, yaitu Krakatau Steel yang didirikan pada tahun 1966 di Kota Cilegon dimana sebagai cikal bakal tumbuhnya industri-industri baru, dan berkembangnya pelabuhan di Banten.

    Pertumbuhan industri tersebut, mendorong kemajuan wilayah dan perekonomian daerah, sehingga secara nasional Banten tergolong sebagai wilayah cepat tumbuh. Untuk memacu perkembangan wilayah dan megakselerasi tumbuhnya industri di Banten, telah diprogramkan beberapa  pembangunan proyek strategis yang berskala nasional dan internasional, yaitu pembangunan Pelabuhan Internasional Bojonegara, pembangunan Jembatan Selat Sunda (Jawa-Sumatera), pengembangan Jaringan Jalan Cincin (ring road) pantai utara-selatan Baten, peningkatan jalan tol dan jalan kereta api (double track), perluasan bandara Soekarno-Hatta, pembangunan supply air baku waduk karian, peningkatan kapasitas power plant, jaringan kilang gas dan storage BBM, pengembangan kawasan ekonomi khusus dan cluster industri petro kimia.

     

    Dengan dikembangkannya infrastruktur pedukung wilayah yang memadau tersebut, menjadikan Banten ke depan sebagai wilayah tujuan utama investasi di Indonesia yang memiliki tingkat daya saing yang tinggi.

     

    A.萬丹是印尼尖端Java中的一部分,自14世紀以來到國外(公元1330年)已廣為人知。在16-17世紀,蘇丹毛拉哈桑丁蘇丹Ageng Tirtayasa的的統治下,萬丹成為東南亞貿易的香料之一,被稱為全國伊斯蘭的工作中心和貿易中心。當時,萬丹成為一個避風港,貿易商從世界各地不同,以及以此為中心的文化交流和連續性。
    \n
    \n萬丹正式成為了自2000年以來,印尼(印度尼西亞共和國)共和國的30個省,2000年通過的第23號法令成立,以前的產品是一部分的西爪哇省的居留。作為野茂法2000年第23號,我們的目標是建立萬丹省:
    \n
    \n    要提高政府的組織,實施發展和社會發展,以確保在未來的發展和進步。
    \n    為了鼓勵改善服務治理領域,發展,和社會,以及提供能夠使用的區域舉行區域自治的潛力。
    \n
    \nB.萬丹萬丹的現狀和未來是工業和旅遊業的主導產業之一,在印尼全國領先的區域。無論是領導部門在區域蔓延西朗,Pandeglang,丹格朗攝政,格朗和省Cilegon。萬丹有一個鋼廠,喀拉喀托鋼鐵公司始建於1966年,在全市省Cilegon增長的新興產業,萬丹港的發展的先驅。
    \n
    \n增長的行業,推動本地區和當地的經濟,因此,在萬丹被歸類為快速增長的地區。要推動區域增長及工業增長megakselerasi的萬丹,有多個開發項目被國家戰略和國際規模,即建設的國際港Bojonegara,巽他海峽橋樑建設(爪哇和蘇門答臘),路網環(環城路)發展北 - 南萬丹,改善公路和鐵路(雙軌),蘇加諾 - 哈達機場的擴建,原水供應Karian大壩,電廠產能的建設,網絡和存儲煉油廠燃料氣體,特殊經濟區和產業集群石油化工的發展建設。
    \n
    \n有了足夠的基礎設施發展的助推器地區,萬丹在印尼的主要投資目標區域,其中有一個高層次的競爭力。

    \n";s:2:"en";s:2705:"

    Banten was part of Indonesia which was in tip of Java, has been widely known to foreign countries since the 14th century (1330 AD). In the 16-17 century, under the rule of Sultan Maulana Hasanuddin and Sultan Ageng Tirtayasa, Banten became one of the spice trade in Southeast Asia and is known as a center of Islamic work and trade centers nationwide. At that time Banten became a haven where traders from different parts of the world, as well as a center of cultural exchange and contiguity.
    \n
    \nBanten officially became a province of the 30 in the Republic of Indonesia (Republic of Indonesia) since 2000, was established through Act No. 23 of 2000, the previous offerings is the residency as part of the province of West Java. As nomo Act 23 of 2000, the goal is the establishment of Banten Province:
    \n
    \n    To improve the organization of the government, the implementation of development and social development in order to ensure the development and progress in the future.
    \n    To encourage the improvement of services in the field of governance, development, and social, as well as providing the ability to use the potential of the area to hold the regional autonomy.
    \n
    \nThe Present and Future Banten Banten is one of the leading areas in the Indonesian national with the leading sectors of industry and tourism. Both of the leading sectors in the region spread Serang, Pandeglang, Tangerang Regency, Tangerang and Cilegon. There is a steel mill in Banten, Krakatau Steel is founded in 1966 in the city of Cilegon where a forerunner to the growth of new industries, and the development of the port in Banten.
    \n
    \nGrowth of the industry, pushing the region and the local economy, so that in Banten is classified as a fast-growing region. To spur regional growth and industrial growth megakselerasi in Banten, has a number of development projects are strategic national and international scale, namely the construction of the International Port Bojonegara, Sunda Strait bridge construction (Java and Sumatra), the development of road network ring (ring road) north- south Banten, improved highways and railroads (double track), Soekarno-Hatta airport expansion, the construction of the raw water supply Karian Dam, power plant capacity building, networking and storage refinery fuel gas, the development of special economic zones and industrial clusters petro chemical.
    \n
    \nWith the development of adequate infrastructure the boosters region, making Banten forward as a major investment destination area in Indonesia, which has a high level of competitiveness.

    \n";}


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan