• Tuesday, 17 October 2017
  • Sumber Daya


    a:1:{s:2:"id";s:20137:"

    Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, tahun 2016, Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten didukung oleh 47 orang pegawai, yang terdiri dari 26 orang berstatus PNS, dan 21 orang Tenaga Kerja Lapangan.  Dari 26 orang pegawai yang berstatus PNS terdistribusi dalam 2 orang pegawai dengan golongan ruang IV, 18 orang pegawai dengan golongan ruang III, serta 3 orang pegawai dengan golongan ruang II.

    \n\n

    Berdasarkan jumlah jabatan struktural, hingga tahun 2016 dari 5 eselon yang tersedia telah terisi sepenuhnya, dimana hal ini mencerminkan tugas-tugas pada satuan organisasi telah terdistribusi secara optimal. Hingga tahun 2016, setiap Kepala Sub Bagian/Seksi secara rata-rata membawahi 2 - 9 pelaksana yang berstatus PNS, dimana kondisi ini menunjukkan bahwa dukungan pegawai pelaksana pada Kantor Penghubung Provinsi Banten masih dibawah rata-rata jumlah pegawai pelaksana di lingkungan kantor-kantor yang sebesar 5 pelaksana/eselon IV. Kondisi tersebut dirasakan kurang mendukung pencapaian efektifitas  terhadap pelaksanaan tugas pada tataran eselon IV, khususnya bila dikaitkan dengan beban tugas yang ada maupun kebutuhan dan keanekaragaman koordinasi, kerjasama dan pembinaan lembaga dan aktifitas promosi daerah yang perlu difasilitasi dan diselenggarakan setiap tahunnya.

    \n\n

     

    \n\n

    Tabel 2.1

    \n\n

    Jumlah dan Distribusi Pegawai Badan Penghubung Daerah

    \n\n

    Provinsi Banten Menurut Golongan Ruang Tahun 2016

    \n\n

     

    \n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n
    \n

    NO.

    \n
    \n

    GOLONGAN RUANG

    \n
    \n

    JUMLAH PEGAWAI

    \n
    \n

    KET

    \n
    \n

    (Orang)

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

    3

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

    IV/E

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

    IV/D

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    3

    \n
    \n

    IV/C

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

    IV/B

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    5

    \n
    \n

    IV/A

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    6

    \n
    \n

    III/D

    \n
    \n

    5

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    7

    \n
    \n

    III/C

    \n
    \n

    3

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    8

    \n
    \n

    III/B

    \n
    \n

    8

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    9

    \n
    \n

    III/A

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    10

    \n
    \n

    II/D

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    11

    \n
    \n

    II/C

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    12

    \n
    \n

    II/B

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    13

    \n
    \n

    II/A

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    14

    \n
    \n

    I/D

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    15

    \n
    \n

    I/C

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    16

    \n
    \n

    I/B

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    17

    \n
    \n

    I/A

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    JUMLAH

    \n
    \n

    26

    \n
    \n

     

    \n
    \n\n
     
    \n\n

     

    \n\n

    Dengan keterbatasan jumlah pegawai di lingkungan Badan Penghubung Daerah sangat berdampak besar pada pelaksanaan kinerja, sehingga pelaksanaan capaian kinerja belum dirasakan  maksimal dengan demikian akan berdampak pula pada  pelaksanaan tugas dan fungsi di masa mendatang.  penambahan pegawai mutlak diperlukan sebagai langkah untuk memaksimalkan kinerja disamping Peningkatan kompetensi. Untuk meningkatkan kinerja diperlukan juga peningkatan kapasitas aparatur melalui Bintek, pendidikan kompetensi dan peningkatan status pendidikan maupun keahlian fungsional, yang ditekankan pada peningkatan kemampuan perencanaan pembangunan, manajerial dan komunikasi.

    \n\n

     

    \n\n

    Dalam tahun 2016 Jumlah dan Distribusi Pegawai Kantor Penghubung Menurut Tingkat Pendidikan :

    \n\n

     

    \n\n

     

    \n\n

     

    \n\n

     

    \n\n

    Tabel 2.2

    \n\n

    Jumlah dan Distribusi Pegawai Kantor Penghubung

    \n\n

    Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2016

    \n\n

     

    \n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n
    \n

    NO. 

    \n
    \n

    TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL

    \n
    \n

    JUMLAH PEGAWAI

    \n\n

    (Orang)

    \n
    \n

    KET

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

    3

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

    1

    \n
    \n

    DOKTORAL (S3)

    \n
    \n

     

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

    MAGISTER (S2)

    \n
    \n

    5

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    3

    \n
    \n

    SARJANA (S1)

    \n
    \n

    15

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

    DIPLOMA/AKADEMI (DIII)

    \n
    \n

    2

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    5

    \n
    \n

    SMU/SMK

    \n
    \n

    4

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    6

    \n
    \n

    SMP

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

    7

    \n
    \n

    SD

    \n
    \n

    -

    \n
    \n

     

    \n
    \n

     

    \n
    \n

     JUMLAH

    \n
    \n

    24

    \n
    \n

     

    \n
    \n\n
     
    \n\n

     

    \n\n

    Sarana dan Prasarana merupakan salah satu faktor yang menjamin kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten. Keberadaan kantor berlokasi di Jalan Tebet Timur  Raya  No. 51 Jakarta Selatan. Kedudukan dan kondisi kantor tersebut dirasakan sangat penting sebagai front office,wisma dan etalase, show windows Banten di Jakarta  dan secara umum dapat berpengaruh terhadap  pencitraan Pemerintah Provinsi Banten oleh stakeholders/lembaga lainnya di Jakarta.

    \n\n

     

    \n\n

    Keberadaan  kantor saat ini, terdiri dari ruang utama yang meliputi ruang kerja pimpinan dan staf, dan ruang rapat. Sedangkan ruang pendukung pelaksanaan tugas yang tersedia antara lain ruang tunggu (pos satpam), ruang makan, kamar wisma, musholla, media center, taman, dan termasuk tempat parkir roda 2 (dua) dan Roda 4 (empat) yang memuat 12 (dua belas) kendaraan. Disamping itu, dalam rangka penyelenggaraan pelayanan, tersedia perpustakaan mini serta perangkat audiovisual (TV, VCD, in focus, handy came, dan wireless tape).

    \n\n

    Sebagai daya dukung kelancaran pelaksanaan tugas aparatur, sarana penunjang operasionalnya  juga perlu diperhatikan,  hal ini dianggap penting karena kelancaran dan efesiensi penyelenggaraan tugas dan fungsi yang mencakup administrasi, kearsipan, perencanaan maupun pelayanan sangat membutuhkan dukungan perangkat komputer, baik yang bersifat hardware maupun software. Di samping itu terdapat pula harapan untuk mengembangkan sistem komputerisasi dalam penyelenggaraan berbagai pelayanan pada Kantor Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Banten di masa mendatang.

    \n\n

     

    \n\n

    Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten beralamat di Jalan Tebet Timur Raya No. 51, Jakarta Selatan, Telp.Fax : (021) 837 00282 / 837 04336

    \n\n

     

    \n\n

    Anjungan Daerah Banten mencerminkan dan menggambarkan tentang miniature, corak budaya dan seni yaitu : Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon  sebagai bentuk keragaman seni dan budaya  khas Banten  di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

    \n\n

    Tampilan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar[1] atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6 ° 18'6.8''LS, 106° 53'47.2''BT.

    \n\n

    Hampir setiap suku bangsa memiliki corak bangunan berbeda,   bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang dibuat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, menggambarkan suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan Provinsi dibangun di sekitar  danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas delapan zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat.

    \n\n

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur  tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

    \n\n

    Kantor Penghubung Provinsi Banten disamping diberi kewenangan untuk mengelola Anjungan Daerah juga ditugaskan untuk mengisi dan memfasilitasi tampilan seni budaya  seluruh daerah di Banten sebagai ajang promosi dan informasi Banten di Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

    \n\n

    Wisma Banten adalah hasil cita-cita seluruh masyarakat Banten sebagai simbul sarana untuk pelaksanaan kegiatan di Jakarta, wisma Banten disamping sarana tempat peristirahatan pelaksanaan kegiatan di Jakarta juga sebagai potensi penghasil retribusi daerah, lahirnya keberadaan wisma bersamaan dengan keberadaan gedung kantor Penghubung yang berada pada lokasi Jl. Tebet Timur Raya Nomor 51 Jakarta Selatan pada tahun 2008.

    \n";}

    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan