• Thursday, 16 August 2018
  • Sultan Banten


     

    1. Maulana Yusuf, Sultan Banten II (1570-1580 M) Beliau adalah Putera dari Sultan Hasanudin dari pernikahanannya dengan Ratu Ayu Kirana. Seperti juga ayahnya Maulana Yusuf ingin memajukan Banten. Tapi pada masa Maulana Yusuf disamping pendidikan agama, juga lebih ditekankan pada bidang pembangunan kota, keamananan dan pertanian. Pada masanya pulalah Ibukota Pajajaran (Pakuan) dapat ditaklukan oleh banten. Para ponggawa kerajaan Pajajaran lalu diislamkan dan masing-masing memegang jabatannya seperti semula. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, perdagangan di Banten semakin maju. bahkan bisa dikatakan bahwa pada saat itu Banten bagaikan kota penimbunan barang-barang dari penjuru dunia yang nantinya disebrakan ke kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara. Sehingga banten menjadi begitu ramai dikunjungi, baik dari luar maupun oleh para penduduk nusantara. Sehingga pada masa pemerintahan Maulana Yusuf pulalah dibuatnya peraturan penempatan penduduk berdasarkan keahliannya dan asal daerahnya. Perkampungan untuk orang asing biasanya ditempatkan diluar tembok kota. seperti Kampung Pakojan terletak disebelah barat pasar Karangantu, untuk para pedagang dari Timur Tengah, Pecinan terletak disebalh barat Masjid Agung, untuk para pedagang dari Cina.Kampung Panjunan (Untuk para Tukang Belanga, gerabah, periuk dsb), Kampung Kepandean (Untuk tukang Pandai besi), Kampung Pangukiran (Untuk Tukang Ukir), Kampung Pagongan (Untuk tukang gong), Kampung Sukadiri (Untuk para pembuat senjata). Demikian pula untuk golongan sosial tertentu, misalkan Kademangan (untuk para demang), Kefakihan (Untuk para ahli Fiqih), Kesatrian (Untuk para Satria, perwira, Senopatai dan prajurit istana). Pengelempokan pemukiman ini selain dimaksudkan untuk kerapihan dan keserasian kota, tapi lebih penting untuk keamanan kota. Tembok kota pun diperkuat dengan membuat parit-parit disekelilingnya, dalam babad banten disebutkan Gawe Kuta bulawarti bata kalawan kawis Perbaikan Masjid Agung Pun dikerjakannya, dan sebagai kelengkapan dibangun sebuah menara dengan bantuan Cek Ban Cut arsitek muslim asal Mongolia Disamping mengembangkan pertanian yang sudah ada,sultanpun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerahbaru bagi persawahan.Oleh karenanya sawah di Banten bertambah meluas sampai melewati daerah Serang sekarang.Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut,dibuatnya terusan-terusan dan bendungan-bendungan.Bagi persawahan yang terletak disekitar kota,dibuatnya juga satu danau buatan yang disebut Tasikardi.Air dari Sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini.Lalu dari sana dibagi ke daerah-daerah persawahan di sektarnya.Tasikardi juga digunakanbagi penampungan air bersih bagi kebutuhan kota.Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dari terakota,setelah dibersihkan/diendapkan air tersebut dialirkan kekeraton dan tempat-tempat lain di dalam kota.Di tengah-tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton. Dari permaisuri Ratu Hadijah,Maulana Yusuf mempunyai dua orang anak yaitu Ratu Winaon dan Pangeran Muhammad.Sedangkan dari istri-istri lainnya,baginda dikaruniai anak antara lain :Pangeran Upapati,Pangeran Dikara,Pangeran Mandalika atau Pangeran Padalina,Pangeran Aria Ranamanggala,Pangeran Mandura,Pangeran Seminingrat,Pangeran Dikara ,Ratu Demang atau Ratu Demak,Ratu Pacatanda atau Ratu Mancatanda,Ratu Rangga,Ratu Manis,Ratu Wiyos dan Ratu Balimbing Pada tahun 1580, Maulana yusuf mangkat dan kemudian dimakamkan di Pekalangan Gede dekat Kampung Kasunyatan. Setelah meninggalnya, Maulana Yusuf diberi gelar Pangeran Panembahan Pekalangan Gede atau Pangeran Pasarean. Dan sebagai penggantinya diangkatlah puteranya yang bernama Pangeran Muhammad.(Q)
    2. Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir, Sultan Banten IV (1596-1651 M) Abul Mafakhir dinobatkan sebagai sultan ketika berusia 5 Bulan, sehingga untuk melaksanakan roda pemerintahan ditunjuklah Mangkubumi Jayanagara sebagai wali. Mangkubumu Jayanagara adalah juga yang pernah menjadi Mangkubumi bagi Maulana Muhammad, sehingga kesetiannya pada Kesultanan Banten tidaklah diragukan lagi. Mangkubumi ini adalah seorang tua yang lemah lembut dan luas pengalamannya pada bidang pemerintahan. Selain Mangkubumi ditunjuk pula seorang wanita tua yang bijaksana sebagai pengasuh Sultan, yang bernama Nyai Embun Rangkun. Mangkubumi Jayanagara mangkat, setelah 6 Tahun (1602) menjadi Mangkubumi bagi Sultan Abul Mafakhir, dan jabatan Mangkubumi diserahkan kepada adiknya. Namun pada tanggal 17 Nopember 1602 dia dipecat karena kelakuanya dinilai tidak baik. Karena perpecahan dan irihati para pangeran, maka diputuskan untuk tidak mengangkat mangkubumi baru, dan untuk perwalian sultan diserahkan kepada ibunda sultan Nyai Gede Wanagiri.Tidak lama kemudian ibunda sultan menikah dengan seorang bangsawan keluarga istana. dan atas desakannya pula, suaminya ini diangkat sebagai mangkubumi. Namun mangkubumi yang baru ini tidak memiliki wibawa, bahkan sering menerima suap dari pedagang-pedagang asing. Sehingga banyak peraturan yang tidak dapat diterapkan di Banten. Situasi ini menimbulkan rasa tidak puas dari sebagian pejabat istana yang akhirnya menimbulkan kerusuhan dan kekacauan. Bahkan diantara para pangeran pun terjadi perselisihan, sebagian lebih condong kepada para pedagang dari Portugis, sedang yang lainnya lebih condong ke Belanda. Sedangkan antara Belanda da Portugis saat itu sedang bermusuhan. wajar bila pertentangan ini mengakibatkan banyak kekacauan. Pertentangan antar pangeran ini berlangsung berkepanjangan, sehingga pada bulan Oktober 1604 terjadi peristiwa hebat, yang bermula dari tindakan Pangeran Mandalika (Putera Maulana yusuf). Pangeran Mandalika menyita perahu Jung dari Johor.Patih Mangkubumi meminta Pangeran Mandalika untuk melepaskannya, namun perintah tersebut tidak dipatuhinya. Untuk menjaga kalau-kalau pasukan kerajaan menyerang dirinya, maka Pangeran Mandalika bergabung dengan pangeran-pangeran lainnya. Mereka membuat pertahanan sendiri di luar kota. Makin lama kedudukan mereka makin kuat. bahkan rakyatpun semakin simpati pada pasukan Pangeran Mandalika. Pada bulan Juli 1605 datanglah Pangeran Jayakarta datang ke Banten untuk menghadiri acara khitanan Sultan Muda. Pangeran Jayakarta datang dengan membawa para pembesar kerajaan dan para pasukannya. Atas permintaan Mangkubumi, Pangeran Jayakarta bersedia membantu menumpas para pemberontak. Pangeran Jayakarta dengan dibantu pasukan dari Inggris dapat memukul mundur para pemberontak. Tapi dengan diusirnya para pemberontak keadaan Banten, bukannya semakin membaik malah semakin tegang. Puncak ketegangan terjadi pada bulan Juli 1608. Pada tanggal 23 Agustus 1608, Syahbandar dan sekretarisnya dibunuh oleh perusuh. Tidak lama kemudian, yaitu pada tanggal 23 Oktober 1608, Patih Mangkubumi dibunuhnya pula. Peristiwa inilah yang mempercepat terjadinya kerusuhan di Banten yang dikenal dengan Peristiwa pailir. Selain peristiwa Pailir , pada masa sultan Abul Mafakhir juga terjadi peristiwa Pagarage atau Pacerebonan yang terjadi pada tahun 1650. Peristiwa ini terjadi bermula dari kedatangan pasukan dari Cirebon yang akan menyerbu Banten. Peristiwa pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan dari Kesultanan banten. Sultan Abul Mafakhir mempunyai putera : Pangeran Pekik (Sultan Abul Maa'li Akhmad) yang wafat setelah peristiwa Pagarage (1650),makamnya terletak di desa Kanari. Ratu Dewi, Ratu Mirah, Ratu Ayu, dan Pangeran Banten. Sultan Abul Maa'li Akhmad (dari perkawinannya dengan Ratu Marta Kusumah puteri Pangeran Jayakarta) memiliki putera : Ratu Kulon, Pangeran Surya, Pangeran Arya Kulon, Pangeran Lor dan pangeran Raja. Dari perkawinannya dengan Ratu Aminah (Ratu Wetan) Sultan memiliki putera: Pangeran Wetan, Pangeran Kidul, Ratu Inten, dan Ratu Tinumpuk. Sedangkan dari isterinya yang lain, sultan memiliki putera : Ratu Petenggak, Ratu Wijil, Ratu Pusmita, Pangeran Arya Dipanegara (Tubagus Abdussalam/Pangeran Raksanagara), Pangeran Arya Dikusuma(Tubagus Abdurahman/Pangeran Singandaru) Sultan Abul Mafakhir mangkat pada tanggal 10 Maret 1651. Jenazahnya dimakamkan di Kanari, dekat makam puteranya (Abul Ma'ali Akhmad). Sebagai penggantinya diangkatnya cucunya (Putera dari Abul Ma'ali Akhmad), yaitu Pangeran Adipati Anom Pangeran Surya Sebagai Sultan Banten V. (Q) 5. Pangeran Surya / Pangeran Adipati Anom (Sultan Ageng Tirtayasa), Sultan Banten V Penobatan Pangeran Surya terjadi pada tanggal 10 Maret 1651. seperti tanggal surat ucapan selamat Gubernur Kompeni Belanda Kepada Sultan. Untuk memperlancar roda pemerintahan, sultan mengangkat beberapa orang untuk membantu dirinya. Jabatan Patih Mangkubumi diserahkan kepada Pangeran Mandura dengan wakilnya Tubagus Wiraatmaja, Sebagai Kadhi atau Hakim Agung Negara diserahkan kepada Pangeran JayaSentika. Tapi Pangeran Jayasentika tidak lama menjabat sebagai kadhi, beliau wafat dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, maka jabatan Kadhi diserahkan kepada Entol Kawista yang kemudian dikenal dengan nama Faqih Najmudin. Faqih Najmudin adalah menantu dari Sultan Abul Mafakhir yang menikah dengan Ratu Lor. Untuk mempermudah pengawasan daerah kekuasaan, Sultan mengangkat beberapa Ponggawa atau Nayaka. Mereka berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab Mangkubumi. Selain itu Mangkubumi juga mengawasi keadaan para prajurit kerajaan. Senjata-senjata di tambah. Rumah para Senoptai diatur sedemikian rupa, agar mudah mengontrol para prajurit.Pangeran Surya yang kemudian bergelar Pangeran Ratu Ing Banten adalah seorang ahli strategi perang. Hal ini sudah dibuktikannya sejak beliau menjadi putera mahkota. beliau lah yang mengatur strategi perang gerilya saat menyerbu belanda di Batavia. Seperti juga kakeknya, Pangeran Surya pun tidak melepaskan dari Kekhalifahan Islam di Makkah. hubungan ini keharusan untuk memperkuat kekuatan umat Islam dalam menentang segala macam kesewenangan. Dari dari Kekhalifahan pulalah Pangeran mendapatkan gelar Sultan 'Abulfath Abdulfattah. Dari hubungan ini Sultan mengharapkan bantuan dari Khalifah untuk mengirimkan guru agama ke Banten. Selain itu Sultan pun tidak setuju dengan pendudukan bangsa Asing atas negaranya, dan untuk memperkuat pertahanan (terutama dari serbuan Belanda di Batavia), sultan memperkuat pasukanya di Tangerang yang telah menjadi benteng pertahanan terdepan dalam menghadapi serangan Belanda. Dari tangerang ini pulalah pada tahun 1652 Banten menyerbu Batavia. Melihat situasi yang semakin memanas, pihak kompeni mengajukan usul perdamaian. Namun sultan bertekad untuk menghapuskan para penjajah di bumi Nusantara, sultan melihat berbagai kecurangan pada setiap perjanjian yang diajukan oleh pihak Belanda, sehingga Sultan pun menolaknya. Pada tahun 1656 pasukan Banten yang bermarkas di Angke dan Tangerang melakukan gerilya besar-besaran. Perusakan dan sabotase yang dilakukan para prajurit Banten banyak merugikan pihak Kompeni. Untuk menghadapi serangan Belanda yang lebih besar, Sultan mempernaiki hubungan dengan Cirebon dana Mataram, bahkan dari Inggris, Prancis dan Denmark, Sultan mendapat kemudahan memperoleh senjata api untuk peperangan. Daerah kekuasaan Banten (Lampung, Bangka, Solebar, Indragiri dan daerah lainnya) diminta mengirimkan prajuritnya untuk bergabung dengan para prajurit yang berada di Surosowan. Rakyatpun mendukung langkah Sultan untuk mengusir Penjajah. Mereka bertekad lebih baik mati daripada berdamai dnegan penjajah. Sedangkan kompeni mempekuat pasukkannya dengan prajurit-prajurit sewaan yang berasal dari Kalasi, ternate, Bandan, kejawan, Melayu, Bali, Makasar dan Bugis. Pada tanggal 29 April 1658 datang utusan Belanda ke Banten membawa surat dari Gubernur Jendral Kompeni yang berisi rancangan perjanjian perdamaian, namun Sultan kembali melihat kecurangan dibalik naskah perjanjian tersebut, pihak kompeni hanya mengharapkan keuntungan sendiri tanpa memperhatikan kepentingan rakyat Banten. Oleh karenanya pada tanggal 4 Mei 1658 Sultan mengirimkan utusan ke Batavia untuk melakukan perubahan perjanjian. Namun perubahan dari Sultan di tiolak oleh Belanda. Kompeni hanya menginginkan Banten membeli rempah-rempah dari Belanda dan itupun harus ditambah pajak. Penolakan tersebut membuat Sultan sadar, bahwa tidaklah mungkin ada persesuaian pendapat antara dua musuh yang saling berbeda kepentingan. Maka pada tanggal 11 Mei 1658 Sultan mengirim surat balasan yang menyatakan bahwa "BANTEN dan KOMPENI TIDAK AKAN MUNGKIN BISA BERDAMAI .Maka terjadilah pertempuran hebat di darat dan di laut. Pertempuran ini berlangsung tanpa henti sejak bulan Juli 1658 hingga tanggal 10 juli 1659. Selain di Tangerang, Sultan juga membuat kampung para prajurit di Tirtayasa, bahkan akhirnya sultan pun menyuruh mendirikan istana di kampung tersebut. Yang nantinya digunakan sebagai pusat kontrol kegiatan di Tangerang dan Batavia disamping untuk tempat peristirahatan. Maka dengan demikian Tirtayasa dijadikan penghubung antara Istana di Surosowan dengan Benteng pertahanan di Tangerang. Hal ini akan mempersingat jalur komunikasi sultan. Disamping jalan darat yang sudah ada, juga dibuat jalan laut yang menghubungkan Surosowan-Tirtayasa-Tangerang. Maka dibuatlah saluran tembus dari Pontang-Tanara-Sungai Untung Jawa menyusuri jalan darat - melalaui sungai CIkande sampai pantai Pasiliyan. Saluran ini dibuat cukup besar, hingga mampu dilewati kapal perang ukuran sedang. Saluran ini dibuat dari tahun 1660 hingga sekitar tahun 1678. Selain di Tirtayasa Sultan pun berusaha menyempurnakan dan memperbaiki keadaan didalam ibukota kerajaan. Dengan bantuan beberapa ahli bangunan dari Portugis dan Belanda yang sudah masuk Islam, diantaranya adalah Hendrik Lucasz Cardeel kemudian dikenal dengan Pangeran Wiraguna diperbaikilah bangunan istana Surosowan. Benteng istana diperkuat dengan diberi Bastion, disetiap penjuur mata angin dan dilengkapi dengan 66 buah meriam yang diarahkan ke segala penjuru. Demikian juga dengan sungai disekeliling benteng, Irigasi diperbaiki dan diperluas jangkauannya, Sehingga areal sawah mendapat pengairan dengan baik. Daerah yang tadinya kesulitan air menjadi subur. Padi dan tanaman produksi lainnya sangat menunjang kemakmuran rakyat Banten. Produksi Merica mecapai 3.375.000 pon pada tahun 1680-1780.

     

     

    1.  毛拉哈桑丁,蘇丹萬丹我(公元一五五二年至1570年)Sebakingking的,他的名字是王子,他是蘇南姆魯緹婚姻到Nhay kawunganten的兒子。蘇丹哈桑丁萬丹蘇丹國統治了18年(1552至1570年)。萬丹蘇丹哈桑丁的領導經歷了很大的進展。領土還包括萬丹,嘉雅卡塔,掐絲,楠榜和明古魯的整個區域。全鎮強化堅強堡壘,其中有一門大砲在每個角落。來自阿拉伯,波斯,古吉拉特邦,緬甸,中國和其他國家的貿易商前來矮腳雞,使買和賣。萬丹當時在擁擠的市場中有三個。首先是位於上東側鎮(Karangantu),葡萄牙,阿拉伯,土耳其,印度,勃固(緬甸),馬來語,孟加拉語,古吉拉特,馬拉巴爾,阿比西尼亞和客商群島有許多外國客商。他們交易,直到早上九點。第二個市場是坐落在城市廣場宏偉的清真寺附近。市場是開放的,直到中午,甚至直到傍晚。在這個市場上交易辣椒,水果,槍,矛,刀,小炮,檀香,紡織品,面料,寵物,家畜,和中國貿易商銷售繡花線,絲綢,錦緞,天鵝絨,綢緞,黃金和珠寶的瓷器。第三個市場是坐落在唐人街,這是開放的,直到到深夜。此外,萬丹是伊斯蘭教的傳播中心,使伊斯蘭教生長在萬丹在該地區的幾所大學,在Kasunyatani站在清真寺在這個地方Kasunjatan的年齡超過萬丹的大清真寺。這裡也是一個住宿的地方,並教Kyai哈姆雷特王子人持有Kasunjatan約瑟夫王子(主)。除了建立一個清真寺毛拉哈桑丁在唐人街和Karangantu的修復清真寺。蘇丹哈桑丁從他女兒稱為皇后或女王阿玉KIRANA的(1526年度)的蘇丹王子Trenggano的婚姻,有一個兒子/我如下:皇后Pembayun(皇后良好昂科兒子棋MAS Wisesa Adimarta,結婚這他們後來定居在嘉雅卡塔),約瑟夫王子,王子艾莉亞,王子Sunyararas,王子帕達達蘭,王子Pringgalaya,Kumadaragi大皇后或女王,王子Molana馬格里布和族長阿玉Arsanengah。其他妻子,蘇丹Hasanudi有一個兒子/我如下:,皇后,族長拉拉咯王子王子Wahas,刻本,女王Terpenter,女王和王后Wetan藍。蘇丹哈桑丁於1570年去世,他被安葬萬丹的大清真寺旁。然後,萬丹二世蘇丹收養的兒子名為約瑟夫王子。 (Q)的
    2. \n
    3.     毛拉·優素福,蘇丹萬丹II(公元1570-1580年),他是蘇丹哈桑丁pernikahanannya與阿玉KIRANA族長的兒子。像他的父親也希望到推廣萬丹毛拉的優素福。不過毛拉·優素福當時除了宗教教育,更加注重城市發展領域,農業的安全。在輪到他還資本可以擊敗的帕達達蘭(Pakuan)的祭品。去年帕達達蘭王國Ponggawa diislamkan和每個任期如前。在優素福毛拉統治,萬丹貿易日益先進。甚至可以說,來自世界各地的貨物囤積當時萬丹這樣的城市將disebrakan王國的群島。所以冥變得如此擁擠,無論是從外部和居民群島。毛拉·優素福在位期間訂立的規例peopling的專業知識和區域起源。通常位於城牆外的外國人結算。等村的西部市場Pakojan Karangantu位於中東客商,唐人街位於西disebalh清真寺,來的客商的Cina.Kampung Panjunan(建設者盆,陶器,石器,等),Kampung Kepandean的(對於工匠鐵匠),甘榜Pangukiran(建設者雕刻),Kampung Pagongan的(勤雜工鑼),的Kampung Sukadiri(武器製造商)。同樣一個特定的社會群體,如Kademangan(村長),Kefakihan(專家教法),Kesatrian(對於SATRIA,官員和士兵Senopatai宮)。 Pengelempokan和解除了用於整潔,和諧的城市,但更重要的是這個城市的安全。城牆是加強了它周圍的壕溝,提到的產品紀事使庫塔bulawarti磚kalawan kawis維修清真寺營盤做,完整性建塔的幫助下,禁止切割檢查蒙古族穆斯林建築師除了發展現有農業,sultanpun鼓勵人們開闢的領域persawahan.Oleh daerahbaru,因此增加了水稻在旁遮普地區擴展過去攻擊sekarang.Sedangkan的能夠滿足用水需要的水田,溝渠和大壩bendungan.Bagi的稻田周圍城市,還做了一個人工湖,稱為Tasikardi.Air Cibanten河特別的運河流經湖ini.Lalu從那裡分為在sektarnya.Tasikardi稻區也digunakanbagi乾淨的水存儲需求kota.Dengan作出通過管道兵馬俑,清洗/沉澱水通過後kekeraton和在城市或其他地方的人工湖中間有一個小島,用於家庭娛樂的宮殿。王 后的Hadijah,毛拉·優素福有兩個兒子,即Winaon女王和王子Muhammad.Sedangkan的其他妻子,王天才兒童包括:王子 Upapati,王子Dikara,王子或公主Padalina Mandalika,詠嘆調Ranamanggala王子,王子Mandura王 子,王子Dikara,女王或王后淡目女王或王后Pacatanda的的Mancatanda,女王Rangga,甜美的女王,女王和王Wiyos的 1580年Balimbing DEMAT Seminingrat,毛拉·優素福去世,被安葬在靠近甘榜格德Pekalangan Kasunjatan。死亡後,毛拉·優素福Pekalangan Pasarean格德王子或公主Panembahan的稱號。被任命為他的繼任者,他的兒子名叫穆罕默德親王(Q)
    4. \n
    5.     蘇丹,蘇丹穆罕默德萬丹三(公元1580至1596年),他被任命時,他才9歲。該Kadhi提交到莽庫布米師從。穆罕默德親王被任命為蘇丹的標題女王Kanjeng Surosowan的萬丹。當毛拉穆罕默德率領萬丹,萬丹蘇丹國成為更強和擁擠。人們可以瀏覽許多河流的城市,那裡萬丹。從宮殿的大門外面,有各種建築:Made原料中間的池塘裡做手錶,MUNDU製造加亞姆,Sitiluhur或Sitinggil,誰建設附近的軍械庫和皇家馬厩。 Pakombalan保管皇山的地方。只是有一個地方國庫北部和西部,毗鄰一座清真寺尖塔。此外,還有一個村子叫raras寺廟,其中有樓宇和重量提出了帶狀皰疹。製造重量東側建築開放mandapat誘殺神物文大砲朝北方。 Srimanganti接近WaringinKurung和Watu的Gilang的。河邊有Panyurungan或皇家造船廠。近Panyurungan緊固大象國王名為拉拉卡維的里程碑。在他旁邊有一個很大的跨江大橋從柚木,這是旁邊的柵欄雙公路向北的堡壘。被稱為內蒙古設防或Baluwarti Dalme的藍芒Sadeni或藍芒Saketeng的西側,矗立著一座巨大的榕樹和防禦工事瘟疫Lebu在。 (Halwany Mudjahid Chudari;“過去矮腳雞”; 1990:42)被稱為毛拉穆罕默德·薩利赫。為了傳播伊斯蘭教,他創作了許多宗教書籍被分發到需要的。對於他的崇拜意味著很多偏遠的村莊修建清真寺。他在星期五祈禱和節日總是一個牧師和傳教士。大清真寺點綴。檀香木製成的陶瓷塗層的牆壁和屋頂支柱。 ,對於女性提供了一個特殊的地方稱為pawestren或Pewadonan。有趣的事件是在攻擊毛拉穆罕默德巨港。的空襲開始煽動王子的MAS的兒子詠嘆調Pangiri的。王子馬斯希望是王巨港。毛拉穆罕默德誰是年輕而充滿活力的dihasutnya。他說,巨港曾經是他父親的權力作為一個在淡目蘇丹。此外,它也說,那個時代的人Palebang許多異教。鼓勵年輕的血液和精神,繁榮和發展萬丹伊斯蘭教整個群島,蘇丹是能夠影響。的莽庫布米建議和其他法庭官員已被忽略。所以被做突襲Palembangpun的。 200船離開萬丹的力量,對巨港。這毛拉穆罕默德率領部隊陪同莽庫布米和馬斯王子的。當浮動,Seputih和西瓜(萬丹地區)奉命部署的士兵攻擊巨港土地。激烈的戰鬥發生在穆西河天。巨港的部隊勉強擊退。但在幾乎它的狀態,帶領一支軍隊的蘇丹Indrajaldri船舶被槍殺部隊巨港。蘇丹曾在戰鬥中死亡。突擊停產,萬丹部隊返回任何結果。這起事件發生的死亡蘇丹國王menuru sangsakala刪除Tataning的郵票在1596年或M毛拉穆罕默德死在年輕的時候(約25年)。他離開一個兒子名為阿布·馬哈茂德·阿卜杜勒·卡迪爾,剛滿5個月的女王(女王Wanagiri,莽庫布米女兒)Mafakhir。這孩子,他後來取代。毛拉穆罕默德去世後,被封為巨港王子或公主塞達塞達ING ING林蛙的。埋在走廊撫摸清真寺。 (Q)的
    6. \n
    7.     阿布·Mafakhir蘇丹馬哈茂德·阿卜杜勒·卡迪爾,蘇丹IV萬丹(公元1596至1651年)阿布·Mafakhir的蘇丹加冕時,他為5個月,所以開展的車輪政府制定的莽庫布米Jayanagara受託人。也不斷Mangkubumu Jayanagara是莽庫布米毛拉穆罕默德,所以不要懷疑他的忠誠的萬丹蘇丹國。這是一個古老的的莽庫布米溫順和政府領域的豐富經驗。除了莽庫布米也作為一個保姆,誰被評為Nyai的露點Rangkun聰明的老蘇丹任命了一名婦女。莽庫布米Jayanagara死了,6年後(1602)成為在蘇丹阿布·莽庫布米Mafakhir,移交給他的兄弟莽庫布米位置。但在1602年11月17日,他被解僱了為沒有好的kelakuanya評估。由於分工和羨慕的王子,決定不任命一個新的莽庫布米,蘇丹蘇丹的母親監護提交:Nyai格德Wanagiri.Tidak蘇丹的母親很快結了婚的貴族王室。同樣堅持,她的丈夫被任命為為莽庫布米。但這個新的莽庫布米沒有權力,經常接受賄賂外國客商。因此,許多規則不能適用於萬丹。這種情況引發了大多數朝臣誰最終導致騷亂和混亂的不滿。即使在諸侯紛爭隨之而來,有些人更傾向於葡萄牙的商人,有的則是更傾向於荷蘭。雖然荷蘭達葡萄牙語,當它是敵對的。自然,這場衝突造成了很多混亂。持續不斷的衝突之間的王子延長,所以在1604年10月發生的一件大事,這源於行動的:王子Mandalika(兒子毛拉·優素福)。王子Mandalika查獲從船政Johor.Patih Mandalika莽庫布米問王子將其釋放,但該命令是不達標。要保持的情況下,皇家軍隊襲擊了她,然後王子Mandalika加入其他諸侯。他們讓自己的防禦以外的城市。時間越長,他們是更強大的地位。 rakyatpun甚至同情王子Mandalika部隊。在1605年7月來到嘉雅卡塔王子來到矮腳雞出席蘇丹穆達的割禮儀式。嘉雅卡塔王子王室統治者和軍隊。在莽庫布米的請求,嘉雅卡塔王子願意幫助鎮壓叛軍。嘉雅卡塔王子與英國軍隊的協助下,擊退叛軍。但萬丹省的叛亂狀態漸入佳境更加緊張,而不是驅逐。發生在1608年7月峰值張力。於1608年8月23日,港口船長和他的秘書被暴徒殺害。後沒多久,1608年10月23日的日期,Patih莽庫布米反正打死。此事件正在加速騷亂在萬丹稱為pailir事件的。在此外Pailir事件,也的蘇丹阿布·Mafakhir期間發生的事件在1650年發生的或Pacerebonan Pagarage。發生此事件源於被入侵部隊從井裡汶萬丹的到來。贏得這場戰鬥的事件由萬丹蘇丹國的力量。蘇爾坦的阿布·Mafakhir有兒子:王子YELL(蘇丹Maa'li阿布·艾哈邁德)後的事件Pagarage(1650)去世,他的墓位於加那利村。皇后娘娘,皇后米拉,族長阿玉,萬丹王子。蘇丹Maa'li阿布·艾哈邁德(從他的婚姻,女王的女兒瑪爾塔·庫蘇馬潘格蘭嘉雅卡塔)有一個兒子:庫隆皇后,太子蘇里亞,Arya庫隆的王子,王子咯和拉賈王子的。從他的婚姻阿米娜女王(女王Wetan)蘇丹有一個兒子:皇后的INTEN,王子Kidul,Wetan王子和王后Tinumpuk。而 從其他的妻子,蘇丹有一個兒子:女王Wijil女王Petenggak,Pusmita女王,王子艾莉亞蒂帕內加拉(阿卜杜圖巴古斯/王子 Raksanagara),王子艾莉亞Dikusuma(拉赫曼圖巴古斯/王子Singandaru)蘇丹阿布·Mafakhir於1651年3月10日 死亡。他的遺體被安葬在加那利,他的兒子(阿布·Ma'ali艾哈邁德)墓附近。相反,他舉起他的孫子(兒子阿布·艾哈邁德Ma'ali的),由於蘇爾坦親王萬丹王子杜克阿諾姆的蘇里亞五(Q)5。太陽能王子/王子杜克阿諾姆的(蘇爾坦Ageng Tirtayasa),V加冕蘇爾坦親王蘇里亞萬丹在1651年3月10日發生的。該日期的荷蘭VOC蘇丹的總督的賀信。要加快的車輪政府,蘇丹任命了一些人來幫助自己。莽庫布米提交攝政王子圖巴古斯Wiraatmaja Mandura的辦公室與他的副手,對於Kadhi或提交國家最高法院王子JayaSentika的。但王子Jayasentika長期擔任kadhi的,他死在朝聖的過程中,那麼提交被稱為法基赫Najmudin的Kadhi Entol Kawista辦公室。法基赫Najmudin是蘇丹阿布·Mafakhir誰結婚咯女王的兒子。為了便於控制的領土,蘇丹提出幾個Ponggawa或Nayaka。它們監督和責任Mangkubumi的下。此外,它也負責監督的狀態的莽庫布米皇家士兵。加上武器。這棟別墅坐落在這樣一種方式Senoptai,所以你可以輕鬆控制prajurit.Pangeran的蘇里亞誰擁有一個女王王子ING萬丹是戰爭的戰略家。這已被證明,因為他成為了皇太子。他是一個誰設置游擊戰爭的戰略時,荷蘭人入侵,巴達維亞。以及他的祖父,,蘇里亞王子沒有讓去麥加的伊斯蘭哈里發。這種關係必須加強對各種濫用權力的穆斯林。從出的哈里發也蘇丹王子贏得Abdulfattah Abulfath。這些關係,蘇丹希望幫助加州派宗教教師萬丹。除了蘇丹並未同意與全國各地的外國佔領,並以加強防禦(尤其是在巴達維亞的荷蘭入侵),蘇丹加強他的人在丹格朗誰已經一直在處理與荷蘭防線一個堡壘。從這個原因,在1652年萬丹省丹格朗入侵巴達維亞。鑑於形勢不斷升溫,Compagnie公司提出的和平。但蘇丹決心消滅侵略者群島的蘇丹看見每個協議由荷蘭提出的各種作弊,使蘇丹拒絕。萬丹省丹格朗昂科部隊在1656年的基礎和進行大規模的游擊戰。進行銷毀和破壞兵多萬丹損害公司。為了處理與荷蘭攻擊的蘇丹mempernaiki關係井裡汶馬塔蘭基金,甚至來自英國,法國和丹麥,蘇丹得到了輕鬆取得戰爭的槍支。萬丹省境內(楠榜,邦加Solebar,Indragiri等領域)出兵加入誰在Surosowan的士兵的。蘇丹Rakyatpun支持措施,以擊退侵略者。他們決心使和平寧死也不電路侵略者。雖然Compagnie公司mempekuat的他出租Kalasi,半夏,德盧斯,kejawan,馬來語,巴厘島,望加錫和武吉士軍隊士兵。 1月29日1658年4月來到荷蘭使節帶來的一個字母,萬丹省省長一般的公司,其中包含一份和平協議草案,但在蘇丹重,看看在協議背後的欺詐,各方期待Compagnie公司只惠及自己而不考慮到萬丹人民的利益。因此,在5月4日,1658蘇丹遣使到巴達維亞更改協議。然而,由荷蘭tiolak蘇丹的變化。公司只是希望萬丹買香料從荷蘭,甚至必須添加的稅收。蘇丹拒絕做出清醒的,那是不可能的,是兩個不同的敵人之間的共同利益一致意見。然後在5月11日,1658蘇丹回函BANTEN和公司和平指出,“不可能,然後在陸地和海上的激烈戰鬥。”看似無盡的戰鬥自1658年7月至1659年7月10日。此外,在丹格朗,蘇丹在Tirtayasa的士兵,甚至蘇丹終於告訴創立的宮殿在村里的村,哪一個會被用來作為一個控制中心在格朗和巴達維亞活動除了休息的地方,然後Tirtayasa從而成為宮之間的堡Surosowan中的鏈接防禦丹格朗mempersingat通信線路蘇丹除了現有的道路,也取得了海上通道連接Surosowan Tirtayasa丹格朗,然後製成半透明的的通道Tanara Pontang幸運的Java向下河公路 - melalaui河Cikande岸上Pasiliyan。通道足夠大,能夠通過中等大小的軍艦。通道被提出,從1660年直到大約在一年1678。除了Tirtayasa蘇丹,試圖以完善和提高的帝國的首都局勢。借助一些專家建築葡萄牙語的荷蘭誰已經轉換到伊斯蘭教,如亨德里克Lucasz Cardeel然後被稱為王子Wiraguna diperbaikilah Surosowan宮殿建築。堡壘要塞宮殿增強,每penjuur風和帶有66個大砲被指示在所有方向,因此它是與河流周圍的堡壘,灌溉修復範圍擴大,使井灌水稻面積得到。區,有缺水變得肥沃。水稻和其他作物生產強烈支持萬丹人民的繁榮。辣椒mecapai生產3375000磅在1780至80年。
    8. \n

    \n";s:2:"en";s:19281:"

    1. \n
    2.  Maulana Hasanuddin, Sultan Banten I (1552-1570 AD) Sebakingking His name is Prince, he was the son of Sunan Gunung Jati of marriage to Nhay kawunganten. Sultan Hasanuddin Banten sultanate ruled for 18 years (1552-1570). Banten experienced much progress on the leadership of Sultan Hasanuddin. Territory also includes the entire area of Banten, Jayakarta, filigree, Lampung and Bengkulu. The whole town fortified by strong fortress, which has a cannon at each corner. The traders from Arabia, Persia, Gujarat, Burma, China and other countries came to Bantam to make buying and selling. At that time in Banten there are three crowded market. The first is located on the east side of town (Karangantu), there are many foreign merchants of Portuguese, Arab, Turkey, India, Pegu (Burma), Malay, Bengali, Gujarat, Malabar, Abyssinia and the merchants of the archipelago. They trade until nine in the morning. The second market is located in the town square near the grand mosque. The market is open until noon even until late afternoon. In this market traded pepper, fruits, guns, spears, knives, small cannon, sandalwood, textiles, fabrics, pets, livestock, and Chinese traders selling embroidery thread, silk, damask, velvet, satin, gold and jewelry porcelain. The third market is located in Chinatown, which is open until late into the evening. Besides, Banten was the center of the spread of Islam, so that Islam grows in several universities in the area of Banten, as in Kasunyatani standing mosque in this place Kasunjatan an age older than the Great Mosque of Banten. Here is also a place to stay and teach Kyai Prince Hamlet who holds Kasunjatan (Master of Prince Joseph). Besides building a Mosque, Maulana Hasanuddin also repair the mosque in Chinatown and Karangantu. From his marriage with the daughter of Prince Sultan Trenggano called Queen or Queen of Ayu Kirana (In the Year 1526), Sultan Hasanuddin has a son / i as follows: Queen Pembayun (married to Queen Good Angke son of ki mas Wisesa Adimarta, which they later settled in Jayakarta ), Prince Joseph, Prince Arya, Prince Sunyararas, Padjadjaran Prince, Prince Pringgalaya, Kumadaragi Great Queen or Queen, Prince Molana Maghrib and Ratu Ayu Arsanengah. Being of the other wives, Sultan Hasanudi has a son / i as follows: Wahas Prince, Prince Lor, Ratu Rara, Queen Keben, Terpenter queen, queen and queen Wetan Blue. Sultan Hasanuddin died in 1570, and he was buried next to the Great Mosque of Banten. Then as the Sultan of Banten II in adoptive son named Prince Joseph. (Q)
    3. \n
    4.     Maulana Yusuf, Sultan Banten II (1570-1580 AD) He is the son of Sultan Hasanuddin of pernikahanannya with Ratu Ayu Kirana. Like his father also wanted to promote Banten Maulana Yusuf. But at the time of Maulana Yusuf besides religious education, as well as more emphasis on the field of urban development, and agriculture's security. In his turn also the capital of Padjadjaran (Pakuan) can be defeated by the offerings. The last Padjadjaran kingdom Ponggawa diislamkan and each hold office as before. In the reign of Maulana Yusuf, trade in Banten increasingly advanced. could even be said that at that time Banten city like hoarding of goods from around the world who will disebrakan to kingdoms in the archipelago. So the offerings became so crowded, both from outside and by the residents archipelago. So that during the reign of Maulana Yusuf also the regulations made peopling of expertise and regional origin. Settlement for foreigners are usually located outside the city walls. such village is located on the western market Pakojan Karangantu, for the merchants of the Middle East, Chinatown is located west disebalh Mosque, to the merchants of Cina.Kampung Panjunan (For the Builders pots, pottery, stoneware, etc.), Kampung Kepandean (For artisan blacksmith ), Kampung Pangukiran (For Builders Carving), Kampung Pagongan (For handyman gong), Kampung Sukadiri (For the weapons makers). Similarly to a particular social group, eg Kademangan (to the village headman), Kefakihan (For experts Fiqh), Kesatrian (For the Satria, officers, and soldiers Senopatai palace). Pengelempokan settlement is in addition intended for neatness and harmony of the city, but more importantly for the safety of the city. The city wall was reinforced by making trenches around it, the offerings mentioned chronicle Make Kuta bulawarti brick kalawan kawis Repair Mosque Pun was doing, and as completeness built a tower with the help of Ban Cut Checks Mongolian Muslim architect Besides developing existing agriculture, sultanpun encourage people to open up areas for persawahan.Oleh daerahbaru therefore increased paddy in Punjab region extends up past the Attack sekarang.Sedangkan to meet the water needs of the paddy fields, canals and made the dam-bendungan.Bagi rice fields located around the city, also made an artificial lake called Tasikardi.Air Cibanten River flowed through a special canal to lake ini.Lalu from there divided into rice regions in sektarnya.Tasikardi also digunakanbagi clean water storage for the needs kota.Dengan through pipes made of terracotta, after cleaning / precipitated water is passed kekeraton and other places in the city or the middle of the artificial lake there is a small island that is used for family recreation palace. Queen consort of Hadijah, Maulana Yusuf had two sons namely Winaon Queen and Prince Muhammad.Sedangkan of other wives, the king gifted children include: Prince Upapati, Dikara Prince, Prince or Princess Padalina Mandalika, Aria Ranamanggala Prince, Prince Mandura, Seminingrat prince, Prince Dikara, queen or queen Demat of Demak, queen or queen Pacatanda Mancatanda, Queen Rangga, sweet queen, queen and queen Wiyos Balimbing In 1580, Maulana Yusuf died and was buried in near Kampung Gede Pekalangan Kasunjatan. After death, Maulana Yusuf was given the title of Prince or Princess Panembahan Pekalangan Pasarean Gede. And was appointed as his successor his son named Prince Muhammad. (Q)
    5. \n
    6.     Sultan Muhammad, Sultan of Banten III (1580-1596 AD) He was appointed when he was 9 years old. The Kadhi submit to Mangkubumi tutelage. Prince Muhammad was appointed sultan with the title Queen Kanjeng Surosowan Banten. When Maulana Muhammad led Banten, Banten Sultanate became stronger and crowded. People can navigate the city with many rivers down there in Banten. Starting from the gate of the palace to the outside, there are a variety of building: Made Materials middle pond where do watch, Made Mundu and Made gayam, Sitiluhur or Sitinggil who are building for the nearby armory and the royal stables. Pakombalan the place of custody wong Mt. There is a place just north of the treasury and the west stands beside a mosque with minarets. Furthermore there is a village called raras the temple which there are buildings and Weights Made Made shingles. Made Weight east side there is a building open mandapat booby fetish Ki cannon towards the north. There Srimanganti close WaringinKurung and Watu Gilang. Edge of the river there is Panyurungan or royal dockyard. Near Panyurungan are milestones where fastened elephant king named Rara Kawi. Next to him there is a big bridge across the river from teak wood which is next to the fence twin highway heading north to the fortress. Inner fortification or Baluwarti Dalme called Lawang Sadeni or Lawang Saketeng the western side stood a huge banyan tree and fortifications Pestilence Lebu. (Halwany; Mudjahid Chudari; "Past Bantam"; 1990:42) Maulana Muhammad known as the Salih. For the sake of spreading Islam he authored many religious books which were distributed to the need. For his worship means a lot to build a mosque to the remote village. he was always a priest and preacher at Friday prayers and feast days. Grand Mosque was embellished. Porcelain coated walls and roof pillars made of sandalwood. For the women provided a special place called pawestren or Pewadonan. Interesting events during the attacks Maulana Muhammad was to Palembang. The raid began with incitement Prince Mas son of Aria Pangiri. Prince Mas wants to be king in Palembang. Maulana Muhammad who is young and energetic dihasutnya. He said that Palembang was once his father's power as a sultan in Demak. Besides, it is also said that the people of that time Palebang many pagan. Encouraged by young blood and spirit to prosper and develop Banten Islam throughout the archipelago, the sultan was able to influence. Mangkubumi suggestions and other court officials had ignored. So raid to Palembangpun be done. With 200 ships departed Banten forces towards Palembang. This forces led by Maulana Muhammad accompanied Mangkubumi and Prince Mas. When the float, Seputih, and Watermelon (the regions of Banten) was ordered to deploy soldiers to attack Palembang by land. Heavy fighting occurred in the river Musi for days. Palembang troops barely repulsed. But in a state that almost made it, who led an army of Sultan Indrajaldri ship was shot by troops Palembang. And the Sultan had died in the fighting. Assault was discontinued, and Banten forces returned no results. This incident occurred the death of Sultan King menuru sangsakala Remove Tataning stamps on Year 1596 or M. Maulana Muhammad died at a young age (approximately 25 years). He left a son named Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir, who just turned 5 months of the queen (Queen Wanagiri, daughter of Mangkubumi). This child who later replaces him. After the death of Maulana Muhammad was given the title of Prince or Princess Palembang Seda Seda Ing Ing Rana. Buried in the porch petting Mosque. (Q)
    7. \n
    8.     Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir, Sultan Banten IV (1596-1651 AD) Abul Mafakhir crowned sultan when he was 5 months, so as to carry out the wheels of government instituted Mangkubumi Jayanagara as trustee. Mangkubumu Jayanagara is also ever be Mangkubumi for Maulana Muhammad, so that his loyalty to the Sultanate of Banten not doubt. This is an old Mangkubumi meek and extensive experience in the areas of government. Besides Mangkubumi also appointed a woman as a nanny wise old Sultan, who was named Nyai Dew Rangkun. Mangkubumi Jayanagara died, after 6 Years (1602) became the Sultan Abul Mangkubumi Mafakhir, and handed over to his brother Mangkubumi position. But on November 17, 1602 he was fired for no good kelakuanya assessed. Because division and envy of princes, it was decided not to appoint a new Mangkubumi, and for guardianship sultan sultan's mother submitted to Nyai Gede Wanagiri.Tidak sultan's mother soon married a nobleman of the royal family. and the insistence Similarly, her husband was appointed as Mangkubumi. But this new Mangkubumi not have authority, often accept bribes from foreign merchants. So many rules that can not be applied in Banten. This situation raises a dissatisfaction of most courtiers who ultimately led to riots and chaos. Even among the princes dispute ensued, some are more inclined to the merchants of the Portuguese, while others are more inclined to the Netherlands. While the Netherlands da Portuguese when it was hostile. natural that this conflict resulted in a lot of chaos. Ongoing conflict between the prince prolonged, so in October 1604 occurred a great event, which stems from the actions of Prince Mandalika (son Maulana Yusuf). Prince Mandalika seized from boat Jung Johor.Patih Mandalika Mangkubumi asks Prince to release it, but the command was not compliance. To keep in case the royal troops attacked her, then Prince Mandalika join other princes. They make their own defenses outside the city. The longer they are the more powerful position. rakyatpun even more sympathy for Prince Mandalika forces. In July 1605 came the Prince Jayakarta came to Bantam to attend the circumcision ceremony of Sultan Muda. Prince Jayakarta come with the royal rulers and the army. At the request of Mangkubumi, Prince Jayakarta willing to help crush the rebels. Prince Jayakarta with the assistance of British troops to beat back the rebels. But with the expulsion of the rebel state of Banten, instead of getting better even more tense. Peak tension occurred in July 1608. On August 23, 1608, harbor master and his secretary were killed by rioters. Not long after, the date of October 23, 1608, Patih Mangkubumi killed anyway. This event is accelerating unrest in Banten known as pailir events. In addition Pailir events, during the sultan Abul Mafakhir also occurring events or Pacerebonan Pagarage happened in 1650. This event occurs stems from the arrival of troops from Cirebon to be invaded Banten. Events of this battle was won by the forces of the Sultanate of Banten. Sultan Abul Mafakhir have a son: Prince yell (Sultan Abul Maa'li Akhmad) who died after the incident Pagarage (1650), his tomb is located in the village of Canary. Queen of Goddess, Queen Mirah, Ratu Ayu, and the Prince of Banten. Sultan Abul Maa'li Akhmad (from his marriage to the daughter of the Queen Marta Kusuma Pangeran Jayakarta) has a son: Queen Kulon, Prince Surya, Arya Kulon Prince, Prince Lor and prince Raja. From his marriage to Queen Amina (Queen Wetan) Sultan has a son: Prince Wetan, Prince Kidul, Queen of Inten, and Queen Tinumpuk. While from the other wife, the sultan has a son: Petenggak Queen, Queen Wijil, Pusmita Queen, Prince Arya Dipa Negara (Tubagus Abdussalam / Prince Raksanagara), Prince Arya Dikusuma (Tubagus Abdurahman / Prince Singandaru) Sultan Abul Mafakhir died on March 10, 1651. His body was buried in the Canary, near the tomb of his son (Abul Ma'ali Akhmad). Instead he lifted his grandson (son of Akhmad Abul Ma'ali), the Prince Duke Anom Surya As Prince Sultan Banten V. (Q) 5. Solar Prince / Prince Duke Anom (Sultan Ageng Tirtayasa), V Coronation Prince Sultan Banten Surya occurred on March 10, 1651. such date congratulatory letter To the Governor of the Dutch VOC Sultan. To expedite the wheels of government, the sultan appointed some people to help themselves. Mangkubumi submitted to the office of regent Prince Tubagus Wiraatmaja Mandura with his deputy, For Kadhi or submitted to the State Supreme Court of Prince JayaSentika. But Prince Jayasentika not long served as kadhi, he died in the course of the pilgrimage, then submitted to the office of Kadhi Entol Kawista which became known as Faqih Najmudin. Najmudin Faqih is the son of Sultan Abul Mafakhir who is married to Queen Lor. To facilitate control territory, Sultan raised several Ponggawa or Nayaka. They are under the supervision and responsibility Mangkubumi. In addition it also oversees state Mangkubumi royal soldiers. Plus weapons. The house is set in such a way Senoptai, so you can easily control the prajurit.Pangeran Surya who then holds a queen Prince Ing Banten is a war strategist. This has been demonstrated since he became crown prince. he was the one who set the strategy of guerrilla warfare when the Dutch invaded in Batavia. As well as his grandfather, Prince Surya did not let go of the Islamic Caliphate in Makkah. This relationship must to strengthen the power of the Muslims against all sorts of abuses. From out of the Caliphate also the Prince Sultan earned 'Abulfath Abdulfattah. Of these relationships Sultan expect help from Calif to send religious teachers to Banten. In addition to the Sultan did not agree with the occupation of foreign nations over the country, and to strengthen the defense (especially from the invasion of the Netherlands in Batavia), sultan strengthen His people in Tangerang who has been a bulwark of defense in dealing with the Dutch. From this reason Tangerang Banten in 1652 invaded Batavia. Given the situation heats up, the Compagnie propose peace. But the sultan was determined to eliminate the invaders in the archipelago, the sultan saw various cheating on each agreement proposed by the Dutch, so that the Sultan was rejected. Banten forces in 1656 based in Tangerang Angke and perform large-scale guerrilla. Destruction and sabotage carried soldiers Banten much harm the Company. To deal with the larger Dutch attack, Sultan mempernaiki relationship with Cirebon Mataram funds, even from the UK, France and Denmark, Sultan got the ease of obtaining firearms for war. Banten territory (Lampung, Bangka, Solebar, Indragiri and other areas) are required to send troops to join the soldiers who were in Surosowan. Sultan Rakyatpun support measures to repel invaders. They are determined to make peace rather die than circuitry invaders. While the Compagnie mempekuat his army with soldiers from the rental Kalasi, ternate, Duluth, kejawan, Malay, Bali, Makassar and Bugis. On January 29 April 1658 came the Dutch envoy brought a letter to Banten Governor General of the Company which contains a draft peace agreement, but the Sultan re-look at the fraud behind the agreement, the parties expect the Compagnie only benefit themselves without regard to the interests of the people of Banten. Therefore on May 4, 1658 Sultan sent envoys to Batavia to make changes to the agreement. However, the change of the Sultan in tiolak by the Dutch. Company just wants Banten buy spices from the Dutch and even then must be added taxes. The Sultan's refusal to make conscious, that is impossible to be in agreement of opinion between two different enemies mutual interests. Then on May 11, 1658 Sultan sent a reply letter stating that "BANTEN and Company PEACE CAN NOT BE POSSIBLE. Then there was heavy fighting on land and at sea.'s Seemingly endless battle since July 1658 till 10th July 1659. Moreover in Tangerang, Sultan also made the village the soldiers in Tirtayasa, even the sultan was finally told founded the palace in the village. Which will be used as a control center in Tangerang and Batavia activities in addition to resting place. then Tirtayasa thus be the link between the Palace in the Fort Surosowan defense in Tangerang. mempersingat This communication lines sultan. Besides the existing road, also made the sea passage that connects Surosowan-Tirtayasa-Tangerang. then made of translucent channel-Tanara Pontang Fortunately Java down-river road - melalaui river Cikande to shore Pasiliyan. channel is made large enough, to be able to medium sized warships passed. channel was made from 1660 until about the year 1678. Besides Tirtayasa Sultan was trying to refine and improve the situation in the capital of the empire. With the help of some expert building of Portuguese and the Netherlands who had converted to Islam, such as Hendrik Lucasz Cardeel then known as Prince Wiraguna diperbaikilah Surosowan palace building. fortress palace were reinforced with Bastion, every penjuur winds and comes with 66 pieces of cannon were directed in all directions. So it is with rivers around the fort, Irrigation repaired and widened in scope, so that the area of well irrigation rice gets. area that had water shortages become fertile. rice and other crop production strongly support the prosperity of the people of Banten. mecapai Pepper Production 3.375 million pounds in 1680-1780.
    9. \n

    \n";}


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan