• Tuesday, 17 October 2017
  • Profil Kabupaten Pandeglang


    a:3:{s:2:"id";s:5043:"

    \"\"

    \n\n

    Sekilas Tentang Kab. Pandeglang

    \n\n

    Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 tahun 1828, Keresidenan Banten dibagi tiga kabupaten: Kabupaten Utara yaitu Serang, Kabupaten Selatan yaitu Lebak dan Kabupaten Barat yaitu Caringin.

    \n\n

    Kabupaten Serang dibagi lagi menjadi 11 (sebelas) kewedanaan. Kesebelas kewedanaan tersebut yaitu: Kewedanaan Serang (Kecamatan Kalodian dan Cibening), Kewedanaan Banten (Kecamatan Banten, Serang dan Nejawang), Kewedanaan Ciruas (Kecamatan Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (Kecamatan Terate, Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Tanara (Kecamatan Tanara dan Pontang), Kewedanaan Baros (Kecamatan Regas, Ander dan Cicandi), Kewedanaan Kolelet (Kecamatan Pandeglang dan Cadasari) Kewedanaan Ciomas (Kecamatan Ciomas Barat an Ciomas Utara) dan Kewedanaan Anyer (tidak dibagi kecamatan).

    \n\n

    Pada tahun 1089 Banten terpaksa harus menyerahkan wilayahnya yaitu Lampung kepada VOC (Batavia). Saat itu Banten dipimpin oleh Sultan Muhamad menyusun strategi untuk melawan kekuasaan VOC. Sultan Muhamad menjadikan Pandeglang sebagai wilayah untuk menyusun kekuatan. Kekuatan kesultanan dipencar kepelosok Pandeglang seperti di kaki gunung Karang dan di pantai.

    \n\n

    Pandeglang dalam percaturan sejarah kesultanan Banten telah terbukti merupakan daerah yang strategis. Hal ini bisa terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di wilayah Pandeglang. Semua itu bukan hanya membekas pada benda yang berwujud, tapi juga membekas pada kultur kehidupan masyarakat Pandeglang.

    \n\n

    Peninggalan sejarah kesultanan Banten masih nampak terlihat dari seni budaya yang ada di Pandeglang. ndeglang merupakan Kota Santri dan Pandeglang terkenal dengan daerah yang historis, patriotis dan agamis. Julukan ini tidak serta merta timbul dengan sendirinya, akan tetapi merupakan bentangan sejarah telah mencatatnya.

    \n\n

    Saat ini Pandeglang tetap merupakan wilayah yang strategis di wilayah Provinsi Banten. Sejarah kembali mencatat, Pandeglang dengan tokoh-tokoh masyarakatnya memberi andil besar dalam pembentukan Provinsi Banten. Sejarah Pandeglang mencatat juga, bahwa saat dipimpin oleh Bupati H. A. Dimyati Natakkusumah, Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pandeglang Bebas Biaya Sekolah dan pada tahun 2007 pembangunan sarana pendidikan dibangun dengan menggunakan rangka baja. Kembali kepada sejarah terbentuknya Kabupaten Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874, tanah-tanah gubernur kecuali Bativia dan Keresidenan Priangan telah Banten telah ditentukan, bahwa:

    \n\n

    a. Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer, Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan.

    \n\n

    b. Bupati mempunyai pembantu, yaitu mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden.

    \n\n

    c. Kepala Distrik mempunyai gelar jabatan wedana dan Onder Distrik mempunyai jabatan Asisten Wedana.

    \n\n

    Berdasarkan Staatsblad 1874 NO. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874 mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, diantaranya Kabupaten Pandeglang dibagi 9 distrik atau kewedanaan. Pembagian ini menjadi Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes dan Cibaliung.

    \n\n

    Menurut data tersebut di atas, Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam ordonansi 1877 Nomor 224 tentang batas-batas keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupten Pandeglang dalam tahun 1925 dengan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 nomor XI. Maka jelas Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri tidak di bawah penguaasaan Keresidenan Banten.

    \n\n

    Dari fakta-fakta tersebut di atas dapat diambil beberapa alternatif, yaitu pada tahun 1828 Pandeglang sudah merupakan pusat pemerintahan distrik. Pada tahun 1874 Pandeglang merupakan kabupaten. Pada tahun 1882 Pandeglang merupakan kabupaten dan distrik kewedanaan. Dan pada tahun 1925 kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri. Atas dasar kesimpulan-kesimpulan tersebut di atas, maka disepakati bersama bahwa tanggal 1 April 1874 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pandeglang.

    \n\n

    Website Kabupaten Pandeglang : https://www.pandeglangkab.go.id/

    \n\n

     

    \n\n


    \n 

    \n";s:2:"zh";s:3618:"

    \"\"

    \n\n

    区概述。 Pandeglang

    \n\n

    根据规约荷兰非主流号81在1828年,居住万丹分为三个区:北区,即西朗,南区是勒巴克西区是Caringin。
    \n
    \n西朗区又分为11(11)kewedanaan。十 一kewedanaan是:Kewedanaan攻击(街道Kalodian和Cibening),Kewedanaan万丹(万丹,西冷和 Nejawang区),Kewedanaan Ciruas(区芝勒贡和Bojonegara的),Kewedanaan芝勒贡(街道Terate,芝勒贡和 Bojonegara),Kewedanaan Tanara(街道Tanara而慌张),Kewedanaan巴罗什(再气化,安德和Cicandi)区,Kewedanaan Kolelet(Pandeglang区和Cadasari)Kewedanaan Ciomas(西Ciomas的Ciomas北)和Kewedanaan安亚区(不共享子区)。
    \n
    \n在1089万丹被迫交出领土楠榜的VOC(巴达维亚)。当万丹为首的苏丹穆罕默德对制定战略的VOC。苏丹穆罕默德做Pandeglang为重新集结的区域。帝国dipencar实力kepelosok Pandeglang作为珊瑚的脚下,在沙滩上。
    \n
    \nPandeglang在万丹苏丹国的历史上已经被证明是一个战略领域。这可以从各种含在Pandeglang历史遗迹可以看出。所有这一切不只是有形的物体的印象,也使人们的生活的印象Pandeglang文化。
    \n
    \n历史遗产依然明显和艺术文化的Pandeglang万丹苏丹国。 ndeglang的城市学生和Pandeglang著名的历史区,爱国主义和宗教。这个名称不一定本身产生的,但它是一种拉伸的历史记录了它。
    \n
    \n目前Pandeglang保持在万丹省的战略区域。历史重新录制,Pandeglang与社区领袖在万丹省的形成的重要组成部分。历史Pandeglang还注意到,当丽晶HA Dimyati Natakkusumah,小学和公共及私人小学Pandeglang免费送货学校,并在2007年率领采用钢架教育设施建设建成。回到Pandeglang形成的历史自1874年4月1日,除Bativia和万丹Priangan居住土地的州长已经确定,即:
    \n
    \n一。在Cambodgien安亚的摄政王和副摄政POND位置,西朗万丹居住废止。
    \n
    \nB。丽晶有一个侍女,也护理人员区以50荷兰盾的薪水。
    \n
    \nÇ。区总公司持有民政事务专员和区奥德办公室助理民政事务专员。
    \n
    \n基于1874年规约NO的。年3月1日73条例,1874年生效的1874年4月1日提到的区域划分,包括Pandeglang分第九区或kewedanaan。这种划分成Kewedanaan Pandeglang,巴罗什,Ciomas,Kolelet,Cimanuk酒店,Caringin,Panimbang,梅内斯和CSD。
    \n
    \n根据以上数据,Pandeglang从1874年4月1日之日起就没有政府。更明确地在万丹居住的限制,包括在1925年的限制Kabupten Pandeglang按日期1925年8月14日十一荷属东印度群岛号码总督的决定,1877年224号条例。所以,很显然Pandeglang已经独自站在不低于penguaasaan住院医师万丹。
    \n
    \n从上述可以采取几个方案,即在1828年Pandeglang已经是区行政中心的事实。在1874年一区Pandeglang。在1882年的县,区Pandeglang kewedanaan。而在1925年Pandeglang区已独自站在。基于上述结论的基础上,一致认为的1874年4月1日的日期设置为Pandeglang的纪念日。
    \n
    \n网站Pandeglang: https://www.pandeglangkab.go.id/

    \n";s:2:"en";s:4290:"

    \"\"

    \n\n

    Overview of the District. Pandeglang
    \n
    \nAccording to the Statute Nederlands Indie No. 81 In 1828, the Residency Banten divided into three districts: North District, namely Serang, South District is Lebak and Western District is Caringin.
    \n
    \nSerang District is further divided into 11 (eleven) kewedanaan. Eleventh kewedanaan are: Kewedanaan Attack (Subdistrict Kalodian and Cibening), Kewedanaan Banten (District of Banten, Serang and Nejawang), Kewedanaan Ciruas (District of Cilegon and Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (Subdistrict Terate, Cilegon and Bojonegara), Kewedanaan Tanara (Subdistrict Tanara and helter), Kewedanaan Baros (District of Regas, Ander and Cicandi), Kewedanaan Kolelet (District of Pandeglang and Cadasari) Kewedanaan Ciomas (District of West Ciomas an Ciomas North) and Kewedanaan Anyer (not shared sub-district).
    \n
    \nIn 1089 Banten forced to surrender territory that Lampung to the VOC (Batavia). When it Banten led by Sultan Mohammed strategize against the VOC. Sultan Muhammad made Pandeglang as the area to regroup. The strength of the empire dipencar kepelosok Pandeglang as in the foothills of the Coral and on the beach.
    \n
    \nPandeglang in Banten sultanate historical arena has proven to be a strategic area. This can be seen from a variety of historical relics contained in the Pandeglang. All of that is not just an impression on tangible objects, but also made an impression on people's lives Pandeglang culture.
    \n
    \nHistorical heritage is still evident and Banten Sultanate of art culture in Pandeglang. ndeglang the City Pupils and Pandeglang famous historical area, patriotic and religious. This name does not necessarily arise by itself, but it is a stretch of history has recorded it.
    \n
    \nCurrently Pandeglang remains a strategic region in the province of Banten. History re-recorded, Pandeglang with community leaders a major part in the formation of Banten Province. History Pandeglang noted also, that when led by Regent HA Dimyati Natakkusumah, Primary School and Public and Private Elementary School in Pandeglang Free Shipping School and in 2007 the construction of educational facilities built using steel frame. Back to the history of the formation of Pandeglang since April 1, 1874, the governor of the lands except Bativia and Banten Priangan Residency has been determined, that:
    \n
    \na. POND positions at the Regent and Vice Regent of Cambodgien Anyer, Serang Banten Residency abolished.
    \n
    \nb. Regent has a maid, that paramedics District with salary of 50 guilders.
    \n
    \nc. District head office holds a district officer and Onder District office assistant district officer has.
    \n
    \nBased on the 1874 Statute of NO. 73 Ordinance dated March 1, 1874 came into force 1 April 1874 mentions the division of areas, including Pandeglang divided 9th district or kewedanaan. This division into Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes and CSD.
    \n
    \nAccording to the above data, Pandeglang from the date of 1 April 1874 has no government. More clearly in the 1877 Ordinance No. 224 on the limits of residency Banten, including the limits Kabupten Pandeglang in 1925 by the decision of the Governor General of the Dutch East Indies number dated August 14, 1925 XI. So obviously Pandeglang has stood alone not under penguaasaan Residency Banten.
    \n
    \nFrom the facts mentioned above can be taken several alternatives, namely in 1828 Pandeglang already a district administrative center. In 1874 a district Pandeglang. In 1882 the county and district Pandeglang kewedanaan. And in 1925 Pandeglang district has stood alone. On the basis of the conclusions of the above, it is agreed that the date of 1 April 1874 is set as the anniversary of Pandeglang.
    \n
    \nWebsite Pandeglang:
    https://www.pandeglangkab.go.id/

    \n";}

    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan