• Tuesday, 17 October 2017
  • Energi


    1)    BatuBara\n\n

    2)    Migas

    a.   Blok Ujung Kulon Posisinya berada di offshore danonshore sebelah selatan  Provinsi Banten.  Blok ini sedang dalam proses pelaksanaan eksplorasi oleh Energi 3 Berhad, Malaysia.

    c.   Blok Banten Posisi diutara Blok Rangkas (dalam tahap pendataan untuk ditenderkan oleh Pemerintah Pusat/Dirjen Migas

    3)    Gas

    Untuk memenuhi permintaan gas bumi di Pulau Jawa yang terus meningkat, PT. PGN sedang membangun jaringan transmisi pipa gas bumi dari Grissik di Sumatera Selatan menuju ke Serpong Tangerang dengan entry point nya di Bojonegara, Kabupaten Serang. Pembangunan pipa transmisi sedang dalam tahap penyelesaian. Pipatransmisi gas ini direncanakan berkapasitas maksimum 1.000 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Pembangunan pipa distribusi untuk menyalurkan gas dari Bojonegara ke 1 Kawasan Industri Krakatau Steel juga saat ini sedang di bangun oleh PT. PGN dan PT. KDL.

    Kenyataan bahwa cadangan minyak bumi dan gas bumi dunia semakin tipis tidak dapat dielakkan lagi. Kondisi ini memaksa dilakukannya pencarian energi non fosil sebagai energi alternatif yang dapat mengurangi beban supiai energi berbasis rninyak dan gas bumi. Untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi ini, maka diperlukan suatu pengadaan energi atternatif yang ramah lingkungan tanpa mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Pencarian dan penggalian energi alternatif tersebut dapat dirujukkan kepada potensi-potensi yang sebenarnya telah tersedia di sekeliling kita seperti sampah, air, surya, angin yang selanjutnya potensi ini dapat dikategorikafi Energi baru terbarukan (EBT). Energi Terbarukan adalah energi yang pada umumnya merupakan sumberdaya non fosil yang dapat diperbaharui dan apabila dikelola dengan baik maka sumberdayanya tidak akan habis. Jenis energi terbarukan meliputi Panasbumi, Mikrohidro, Tenaga Surya, Tenaga Gelombang, Tenaga Angin, dan Biomasa. Inventarisasi terhadap potensi energi ini telah dilakukan pleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Hasil dari inventarisasi, yaitu sbb:\n\n

    Provinsi Banten wilayah selatan yang mempunyai kondisi geografis berbukit-bukit menyimpan banyak potensi tenaga air skala kecil yang cukup banyak. Berdasarkan hasit survey yang telah dilakukan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provmsi Banten diidentifikasi beberapa potensi mikrohidro di Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang, yaitu di:

    b.    Desa Hariang, Kec. Muncang, Kab. Lebak

    d.    Desa Cimanyangrai, Kec. Gn. Kencana, Kab. Lebak

    f.     Desa Sudamanik, Kec. Cimarga, Kab. Lebak

    h.    DesaTegalwangi, Kec. Menes, Kab. Pandegiang

    j.      Desa UjungTebu, Kec. Ciomas, Kab. Serang

    l.      DesaTenjoayu, Kec. Tanara, Kab. Serang

    n.    Desa Padarincang, Kec. Padarincang, Kab. Serang

    Daya yang dapat dibangkitkan dari PLTMH ini bervariasi mulai dari yang terkecil 39 kw di Sobang, Muncang sampai yang terbesar 3 mw di Ujung Tebu, Ciomas

    Energi cukup banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan di Provinsi Banten, yang memiliki sebagian besar iklim panas. Pemanfaatan dan perawatannya relatif lebih mudah dibanding sumber energi alternatif yang lainnya.

    Energi Bio Massa di wilayah Banten cukup melimpah, mengingat luasnya lahan pertanian dan perkebunan. Energi biomasa meliputi kayu, limbah pertanian/perkebunan/hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga, kotoran manusia dan hewan. Biomasa dapat dikonversi menjadi energi dalam bentuk bahan bakar cair, gas, panas, dan listrik. Teknologi konvers! biomasa menjadi bahan bakar cair dan gas antara Iain teknologi pirolisa (biooil), esterifikasi (biodiesel), teknologi fermentasi (bioetanol), anaerobik digester (biogas), dan gasifikasi. Sedangkan teknologi konversi biomasa menjadi energi panas dan listrik antara lain teknologi pembakaran, dan gasifikasi. Potensi Biomasa (sekam) di Banten, terdapat di:

    b.    Menes, Kab. Pandeglang

    d.    Cisata, Kab. Pandeglang

    4)    Energi Panas Bumi

    Menyikapi fenomena tersebut pemerintah telah mengeluarkan kebijakan berupa percepatan pembangunan pembangkit listrik melalui Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2010, yang salah satu diantaranya adalah proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan (Panas Bumi) PLTP Rawa Dano di Provinsi Banten dengan kapasitas 1 x 110 MW.

    -       Kaldera Danau Banten (Komplek Gn. Karang, Gn. Pulosari, dan Rawa Danau) dengan potensi 115 MW

    -       Pamancalan di Kabupaten Lebak dengan potensi spekulatif sebesar 225 MW

    Untuk status potensi Gunung Endut sendiri sampai dengan awal bulan Maret 2011 masih dalam proses penetapan WKP oleh Menteri ESDM dimana proses tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Sedangkan status potensi panas bumi di Pamancalan, sampai dengan tulisan ini dibuat statusnya masih dalam penelitian Badan Geologi dimana pada tahun 2011 akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Pusat Sumber Daya Geologi Bandung.

    -       Pembuatan peraturan perundang-undangan di daerah di bidang pertambangan Panas Bumi;

    -       Pemberian izin dan pengawasan pertambangan Panas Bumi di wilayah lintas kabupaten/kota;

    -       Inventarisasi dan penyusunan neraca sumber daya dan cadangan Panas Bumi di provinsi.

    -       Pembuatan Peraturan Gubernur No. 36 Tahun 2009 tentang Pedoman Usaha Panas Bumi

    -       Fasilitasi penetapan WKP Panas Bumi lainnya di Provinsi Banten

    -       Direktorat Geologi , Departemen Pertambangan, tahun 1974.

    -       Pertamina, pemboran dangkal, tahun 1976.

    -       Pertamina, Survei geofisika, tahun 1980.

    -       Pertamina, Survei geologi, geokimia, geofisika dan pemboran slim hole, 1991.

     


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan