• Thursday, 16 August 2018
  • Akses Jalan


    a:3:{s:2:"id";s:4442:"

    Prasarana jalan merupakan modal transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan serta meminiki kontribusi terbesar dalam kegiatan koleksi dan distribusi barang maupun jasa dibandingkan moda lain. Oleh karena itu tingkat pelayanan prasarana jalan menjadi sangat vital kedudukannya karena menjadi salah satu barometer yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Banten. Sebagai prasarana transportasi, jalan merupakan unsur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Untuk melayani pergerakan barang dan penumpang, secara umum sistem jaringan jalan Provinsi Banten menggunakan pola cincin yang melingkar dari wilayah Utara sampai ke wilayah Selatan yang dihubungkan secara radial dengan jaringan jalan vertikal Utara-Selatan dan secara horizontal Timur-Barat.

    \n\n

    Konsep ini jaringan jalan ‘ring-radial’ dimaksudkan agar pergerakan penumpang dan barang dari peisisir menuju ke pusat-pusat kegiatan Nasional, Wilayah maupun lokal yang ada pada bagian tengah wilayah dapat dilayani dengan baik. Pada saat ini jaringan jalan cincin bagian barat dan selatan sudah ditingkatkan statusnya menjadi jalan Nasional. Sementara pada bagian utara masih berstatus jalan Provinsi. Jalan horizontal Timur-Barat dilayanai dengan Jalan Nasional serta jalan Tol dengan panjang lebih dari 90 km. Sedangkan jalan Vertikal Utara-Selatan dilayani dengan jalan Provinsi. Jalan kabupaten melayani akses ke ketiga jalan tersebut. Hingga tahun 2006, kondisi jalan Nasional sepanjang 249.246 km berada dalam kondisi baik,214.314 km dalam kondisi sedang dan sepanjang 26.840 dalam kondisi rusak. Kondisi jalan provinsi hingga akhir tahun 2006 dengan total panjang jalan sebesar 889.01 km berada dalam kondisi baik sebesar 203.670 km, kondisi sedang 380.020 km dan kondisi rusak sebesar 305.320 km.

    \n\n

    Ruas jalan nasional di wilayah Provinsi Banten pada saat ini mempunyai volume lalu-lintas rata-rata sebesar 0,7 yang berarti kelancaran arus lalu-lintas terganggu karena adanya aktifitas perdagangan/pasar,pabrik/industri, pusat-pusat perbelanjaan disepanjang jalan serta kapasitas jalan yang terbatas karena lebar badan jalan rata-rata 7 m pada ruas jalan nasional di Banten Utara (Merak-Tangerang) dan ruas Ciputat-Batas DKI. Kinerja pelayanan jalan pada ruas jalan Provinsi pada umumnya cukup baik dengan rasio volume lalu-lintas per kapasitas rata-rata sebesar 0.4. Kemacetan lalu-lintas pada umumnya bersifat lokal yang terjadi pada pusat-pusat kegiatan masyarakat.

    \n\n

    Masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang umumnya diakibatkan oleh ketidak disiplinan pengguna jalan, rendahnya tingkat kelaikan armada, serta rendahnya ketersediaan rambu dan fasilitas keselamatan di jalan. Pada tahun 2004 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas mencapai 145 kasus. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pada tahun 2000 yang mencapai 111 kasus. Selama periode tahun 2000-2004 pertumbuhan kasus kecelakaan tersebut cenderung terus meningkat, dengan rata-rata pertubuhan 6,42/tahun. Demikian halnya dengan jumlah korban yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut setiap tahunnya cenderung terus meningkat. Dari 145 kasus kecelakaan pada tahun 2004 korban meninggal dunia mencapai 154 orang, luka berat 79 orang dan luka ringan 125 orang. Kondisi ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

    \n\n

    Walaupun berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa ketersediaan sarana angkutan umum baik angkutan dalam kota (AKDP) maupun angkutan antar kota (AKAP) di Provinsi Banten setiap tahunnya terus meningkat namun hal ini tidak diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan pemerataan sebarannya.

    \n\n

    Peningkatan sarana angkutan umum ini umumnya lebih terkonsentrasi pada wilayah-wilayah perkotaan saja, sehingga wilayah-wilayah hynterland (pinggiran kota) dan terpencil masih mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan layanan angkutan umum ini. Hingga tahun 2003 telah terdaftar sebanyak 8.795 (unit kendaraan penumpang umum yang beroperasi dalam 178 trayek di seluruh Banten. Dari jum|ah tersebut, sebanyak 5.224 unit merupakan jenis kendaraan antar kota dalem provinsi dan 357 unit merupakan kendaraan antar kota perbatasan provinsi.

    \n";s:2:"en";s:4009:"

    Roads are the main transport plays an important role in supporting the development and have largest contribution in the activities of the collection and distribution of goods and services than other modes. Therefore, the level of road infrastructure is vital position for being one of the barometer that determines the success of growth and equitable development in Banten Province. As transport infrastructure, road is an important element in supporting economic growth and equitable development. To serve the movement of goods and passengers, in general, Banten Province network system using a circular ring pattern from the North to the South region radially connected with the vertical road network North-South and East-West horizontally.
    \n
    \nThis concept road network 'ring-radial' meant that the movement of passengers and goods from peisisir toward centers of the National, Regional and local that existed at the center of the region can be well served. At this time the ring road network western and southern parts already upgraded to the National road. While the northern part of the province still existed. East-West horizontal road dilayanai with National Road and Toll roads with a length of more than 90 km. While the North-South Vertical served with the province. District roads serve access to the third street. Until 2006, the National road conditions along 249 246 km are in good condition, 214 314 km under moderate conditions and all 26 840 in damaged condition. Provincial road conditions until the end of 2006 with a total length of 889.01 km road was in good condition at 203 670 km, 380 020 miles and the condition being damaged condition of 305 320 km.
    \n
    \nNational roads in the area of Banten province currently has a traffic volume by an average of 0.7 which means that the smooth flow of traffic disrupted due to trading activity / market, factory / industrial, shopping centers along the way as well as the capacity of the road limited because the width of the road an average of 7 m on national roads in North Banten (Tangerang-Merak) and Chester-Border Capital segment. Performance on the service road to the provincial roads are generally quite well with the ratio of traffic volume per capacity by an average of 0.4. Traffic congestion on local generally occur in the centers of community activity.
    \n
    \nStill high number of traffic accidents are generally caused by indiscipline road users, the low level of airworthiness of the fleet, and the low availability of signs and road safety facilities. In 2004 the number of traffic accidents reached 145 cases. The amount is increased when compared with the number in 2000 that reached 111 cases. During the period of 2000-2004 the growth of accidents tends to increase, with an average pertubuhan 6.42 / year. Similarly, the number of casualties caused by the accident is likely to continue to rise every year. Of the 145 cases of victims of accidents in 2004 reached 154 people died, 79 people were seriously injured and slightly injured 125 people. These conditions increase from previous years.
    \n
    \nAlthough based on the statistical data shows that the availability of good public transportation in the city transport (Descending) as well as inter-city transportation (AKAP) in Banten province each year continues to increase, but it is not followed by an increase in service quality and equity of its distribution.
    \n
    \nImproved public transport is generally more concentrated in urban areas only, so hynterland areas (suburbs) and the remote is still experiencing difficulties in terms of the availability of public transport services. Until 2003 has been registered as many as 8795 (public passenger vehicles that operate in the 178 stretch across Banten. From jum | ah, a total of 5,224 units of the types of vehicles between the province and the city palace is 357 units of vehicles across the border city of the province.

    \n";s:2:"zh";s:2887:"

    道路是主要的交通工具在支持发展的重要作用,并在收集和比其他方式的商品和服务的分配活动的贡献最大。因此,道路基础设施的水平是作为晴雨表,确定增长和平等发展的万丹省的成功的一个非常重要的位置。随着交通基础设施,道路,是在支持经济增长和平等发展的一个重要因素。要使用北圆环图案南方地区与垂直路网南北和东西径向水平连接服务货物和乘客的运动,在一般情况下,万丹省的网络系统。
    \n
    \n这个概念路网“环形放射状”意味着乘客和货物从peisisir,在该区域的中心存在的运动对国家,区域和地方的中心可以得到更好的服务。此时环形路网西部和南部地区已经升级到了国道。而我省北部仍存在。东西横公路dilayanai与国道和收费道路的90多公里长。而南北纵送达省。小区道路服务进入第三大街。直到2006年,全国路况沿249246公里状况良好,中等条件下214314公里和损坏的条件的所有26 840。省道路状况,直到2006年年底与889.01公里公路总长度是在良好的条件下,在203670公里,380020英里和条件被损坏的305320公里条件。
    \n
    \n在万丹省的区域国家的道路目前有一个交通量平均为0.7,这意味着交通的畅通打乱由于交易活动/市场,工厂/产业,沿途商场以及道路的能力有限的,因为道路上北万丹(丹格朗,天璇)和切斯特,跨境资本段全国道路平均为7米的宽度。在服务的道路,以省道路普遍表现都非常好,每个容量的交通量平均为0.4的比例。当地的交通拥堵一般发生在社区活动中心。
    \n
    \n还是大量的交通事故一般由违纪的道路使用者,船队适航水平低,标志牌和道路安全设施的可用性低造成的。 2004年,交通事故数量达到1.45案件。当与达到111箱子在2000年的数量相比的量增加。在2000-2004年期间意外的增长趋于增加,平均pertubuhan 6.42 /年。同样,事故造成的伤亡人数可能会继续逐年上升。在145例事故受害者的2004年达到了154人死亡,79人重伤,轻伤125人。这些条件与往年增加。
    \n
    \n虽然根据统计数据显示,良好的公共交通在城市交通(降序)以及在万丹省城市间交通(AKAP)的可用性,每年持续增加,但后面没有提高服务质量及其分布的股权。
    \n
    \n改善公共交通一般比较集中在城市地区而已,所以hynterland区(郊区)和远程的还是遇到困难,在公共交通服务方面。直到2003年已被注册多达8795是工作在178横跨万丹(公共客运车辆从JUM。|啊,一共有5224台的省,市宫之间的车辆类型的357台车辆的全省边境城市。

    \n";}

    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan